TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Polda Papua Tengah memberikan perhatian khusus terhadap kasus pembunuhan yang terjadi di kawasan Jembatan Waker, Lorong Amungsa Indah, Jalan Poros SP 2–SP 5, Kabupaten Mimika. Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini menginstruksikan jajaran Polres Mimika untuk segera mengungkap pelaku dan menuntaskan penyelidikan.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak membentuk tim khusus yang melibatkan personel lintas satuan. Tim ini terdiri atas anggota Polres Mimika, Brimob, hingga personel Satgas yang bertugas di wilayah Mimika.
“Kasus ini sudah menjadi atensi Bapak Kapolda. Saya diperintahkan untuk mengungkap pelakunya dan membentuk tim khusus untuk melakukan pencarian,” kata AKBP Alredo kepada wartawan di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Senin (27/7/2026).
Menurut Alredo, seluruh kemampuan dan sumber daya akan dikerahkan agar pelaku dapat segera ditangkap. Ia menegaskan pengungkapan kasus tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab harapan keluarga korban.
“Kami akan bekerja semaksimal mungkin agar keluarga korban memperoleh kepastian hukum. Tim gabungan saat ini terus bergerak melakukan penyelidikan,” ujarnya.
Sejauh ini, penyidik belum menemukan petunjuk yang mengarah kuat pada motif perampokan. Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan seluruh barang berharga milik korban, termasuk sepeda motor, telepon seluler, dan dompet, masih berada di lokasi saat korban ditemukan.
Fakta tersebut membuat dugaan pembunuhan bermotif begal dinilai masih lemah. Polisi kini membuka kemungkinan adanya motif lain, termasuk persoalan pribadi, meski seluruhnya masih dalam tahap pendalaman.
“Indikasi mengarah ke begal sangat minim karena barang-barang korban ditemukan lengkap. Apakah motifnya berkaitan dengan dendam pribadi atau faktor lain, kami belum bisa menyimpulkan. Fokus kami sekarang adalah memburu pelaku dan mengungkap kasus ini secepatnya,” tegas Kapolres.
Diketahui, peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Sabtu dini hari, 25 Juli 2026, di Jalan Poros SP 2–SP 5, tepatnya di sekitar Jembatan Waker, Lorong Amungsa Indah, Kabupaten Mimika. Hingga kini penyidik masih mengumpulkan keterangan para saksi serta menelusuri berbagai petunjuk guna mengidentifikasi pelaku.
























