TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika menggratiskan seluruh proses administrasi pembentukan koperasi bagi mama-mama Papua yang menjalankan usaha penjualan pinang dan noken.
Program tersebut diberikan kepada 15 kelompok mama-mama yang sebelumnya telah dibentuk dan kemudian diarahkan untuk memiliki kelembagaan koperasi.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika Samuel Yogi mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bentuk perhatian dan apresiasi pemerintah daerah terhadap mama-mama Papua yang selama ini menjalankan usaha secara berkelompok.
Hal itu disampaikan Samuel saat ditemui awak media di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Mimika, Jumat (11/9/2026).
“Pembentukan koperasi gratis bagi mama-mama yang jual pinang dan noken,” kata Samuel.
15 kelompok mendapat pendampingan
Samuel menjelaskan, 15 kelompok tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Mimika. Seluruh kelompok akan mendapatkan pendampingan dari Dinas Koperasi dan UMKM.
Salah satu kelompok binaan berada di kawasan Kuamki Baru hingga Kemunsiri. Pembinaan juga dilakukan terhadap kelompok mama-mama di wilayah lainnya, termasuk SP2.
“Di Kuamki Baru sampai Kemunsiri ada satu kelompok khusus binaan. Pembentukan koperasi gratis bagi mama-mama jual pinang dan noken,” ujarnya.
Kuota pembentukan koperasi dibatasi
Samuel mengatakan, kuota pembentukan koperasi yang ditetapkan saat ini sebanyak 15 koperasi.
Dengan kuota tersebut, kelompok lain yang belum terdaftar nantinya dapat diarahkan untuk bergabung dengan kelompok atau koperasi yang sudah terbentuk. Penggabungan akan disesuaikan dengan wilayah dan jenis usaha.
“Kuotanya sudah ditetapkan, ditutup,” jelasnya.
Menurut Samuel, program tersebut tidak hanya berhenti pada pembentukan koperasi. Dinas Koperasi dan UMKM juga memberikan pendampingan dan pembinaan secara bertahap agar para pelaku UMKM dapat mengembangkan usahanya.
Pembinaan dilakukan melalui pelatihan, mulai dari proses produksi hingga pemasaran.
Produk yang dikembangkan tidak terbatas pada noken dan pinang, tetapi juga mencakup ukiran, aksesori, serta berbagai jenis kerajinan lainnya.
“Sudah kami kasih pendampingan, dilatih, ikut dalam pembinaan, baru dijual juga di tempatnya,” katanya.
Diharapkan tingkatkan pendapatan keluarga
Samuel berharap pembentukan koperasi dapat membuka ruang yang lebih luas bagi mama-mama Papua untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
Menurut dia, penguatan kelembagaan melalui koperasi menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk membuat usaha masyarakat lebih terorganisasi dan memiliki peluang berkembang.
“Ini bentuk perhatian dan penghargaan dari pemerintah melalui Dinas Koperasi dan UMKM,” pungkasnya. (LE)
























