BORONG, CARTENZNEWS.COM — Warga masyarakat mengaku sangat kecewa dengan pihak kontraktor dan Pemerintah Desa (Pemdes) Nampar Tabang, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.
Kekecwaan warga mencual setelah proyek pengaspalan jalan di Desa Nampar Tabang hingga April 2026 belum menunjukkan progres meski dana tahap pertama telah dicairkan.
“Anggaran proyek yang menghubungkan Desa Nampar Tabang dengan Desa Kampung Cepang ini bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025. Nilai proyek lebih dari Rp 400 juta,” ujar Melki, warga Desa Nampar Tabang, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, NTT, Kamis (16/4).
Menurut Melki, pekerjaan fisik proyek dilakukan melalui penunjukan langsung oleh CV Gabriela dengan masa kontrak 120 hari kalender sejak pencairan dana tahap pertama.
“Namun hingga kini kondisi jalan masih berbatu tanpa adanya pekerjaan fisik, meskipun dana sekitar Rp 300 juta telah dicairkan sejak September 2025. Kami minta agar aparat penegak hukum segera diperiksa,” kata Melki lebih lanjut.
Warga setempat menilai pemerintah desa melakukan pembiaran karena tetap memberikan perpanjangan kontrak tanpa dasar progres pekerjaan yang jelas.
Melki, warga setempat yang peduli pembangunan desa, meminta aparat penegak hukum segera turun tangan memeriksa pihak terkait.
“Kami minta aparat segera periksa CV Gabriela dan pemerintah desa karena proyek ini tidak berjalan sama sekali,” ujar Melki tegas.
Ia menambahkan, mandegnya proyek tersebut dikhawatirkan merugikan masyarakat dan berpotensi menimbulkan kerugian negara jika tidak segera ditindaklanjuti secara hukum. (*)
























