SEKADAU HILIR, CARTENZNEWS.COM – Helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air jatuh di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Total ada delapan orang atau semua korban dalam helikopter yang jatuh itu yang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia per Jumat (17/4/26) dini hari WIB.
Proses evakuasi terhadap tiga korban tersebut masih terus diupayakan pada Jumat pagi ini. Lima korban tewas sudah dievakuasi, dan tiga masih terjepit di dalam puing-puing badan helikopter.
Kasat Reskrim Polres Sekadau Iptu Zainal Abidin melaporkan tim gabungan bekerja ekstra karena kondisi medan yang sulit dan posisi badan helikopter yang berada di area jurang. Proses evakuasi melibatkan TNI, Polri, Basarnas, dan tim gabungan lainnya dengan menggunakan peralatan khusus untuk memotong bagian badan helikopter.
“Karena kondisinya tidak memungkinkan, kami lanjutkan [Jumat] pagi nanti,” ujar Zainal yang turut ikut proses pencarian di lokasi kejadian, Kamis (16/4) malam, dilansir dari detikkalimantan.
Helikopter yang jatuh itu diketahui mengangkut delapan orang yakni dua kru Capt. Marindra W (pilot) dan Harun Arasyid (EOB), dan enam penumpang, Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Kronologi helikopter jatuh ditemukan Helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air sebelumnya dikabarkan hilang kontak di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau pada Kamis siang kemarin.
Tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian. Helikopter Super Puma dikerahkan, tim SAR juga menggunakan sepeda motor hingga mobil untuk menjangkau area sulit.
“Kita kerahkan semua potensi, baik udara maupun darat. Kendaraan roda empat dan sepeda motor digunakan untuk menjangkau lokasi yang tidak bisa dilalui mobil,” ujar ADC Kepala Kantor SAR (Basarnas) Pontianak, Ridwansyah, Kamis kemarin.
Ridwansyah menjelaskan kondisi geografis di sekitar lokasi kejadian memang menjadi tantangan. Area didominasi hutan lebat, perbukitan, serta akses jalan terbatas, sehingga tim harus bergerak fleksibel menyesuaikan medan. Serpihan helikopter PK-CFX kemudian terdeteksi dari udara di kawasan hutan Dusun Hulu Peniti, yang menjadi lokasi jatuhnya helikopter nahas tersebut.
“Setelah melakukan searching dan holding dua sampai tiga kali, tim udara menemukan serpihan. Titik awal ini disampaikan oleh Kapten Pilot Puskorma, Abdi Ridho,” ujar Ridwansyah. (Dedy)




























