TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan kembali diuji. Polres Mimika bersama Satuan Brimob Polda Papua Tengah dan Brimob PAS 3 Polri menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di Mako Brimob Mile 32, Timika, Rabu (12/8/2026).
Latihan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Evaluasi Gelar Operasional Triwulan I Polda Papua Tengah. Simulasi tidak hanya menguji kemampuan personel dalam mengendalikan massa, tetapi juga memperagakan sejumlah skenario penanganan gangguan keamanan dengan tingkat kerawanan berbeda.
Dalam latihan, personel diperhadapkan pada sejumlah situasi, mulai dari penanganan aksi unjuk rasa, proses penyelamatan sandera hingga penanganan ancaman bom. Setiap tahapan dilaksanakan dengan mengacu pada prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku.
Simulasi dipimpin langsung Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak dan disaksikan Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jeremias Rontini bersama jajaran. Sejumlah Kapolres dari wilayah hukum Polda Papua Tengah turut hadir menyaksikan jalannya latihan.
Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak menjelaskan, latihan tersebut merupakan bagian dari evaluasi sekaligus upaya memastikan kesiapan personel menghadapi kondisi keamanan yang dapat berkembang sewaktu-waktu.
Menurutnya, kemampuan personel tidak boleh hanya dibangun ketika terjadi gangguan keamanan. Kesiapsiagaan harus dipelihara melalui latihan yang dilakukan secara berkala.
“Latihan ini bukan semata-mata untuk menghadapi demonstrasi. Kita ingin memastikan personel selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan, baik dalam situasi aman maupun ketika terjadi gangguan keamanan,” ujarnya.
Rumbiak menegaskan, latihan secara berkelanjutan penting dilakukan agar setiap personel memahami tugas dan mampu mengambil tindakan sesuai prosedur ketika menghadapi situasi di lapangan.
Sementara itu, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jeremias Rontini mengapresiasi pelaksanaan simulasi tersebut. Ia menilai setiap tahapan yang diperagakan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan serta membangun kesiapan personel.
Rontini mengatakan, pola pengamanan dalam latihan telah disusun berdasarkan SOP. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan dengan menyesuaikan karakteristik dan kondisi masyarakat di wilayah hukum Polda Papua Tengah.
“Setiap tahapan pengamanan dilakukan sesuai SOP. Latihan akan terus dilaksanakan agar anggota semakin terbiasa dan siap menghadapi situasi yang ada di lapangan,” kata Rontini.
Melalui latihan tersebut, jajaran Polda Papua Tengah diharapkan memiliki kesiapan yang semakin baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mampu merespons setiap potensi gangguan secara terukur dan profesional.

























