TIMIKA, CARTENZNEWS – Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika mengungkapkan sejumlah kendala dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat. Kendala utama berasal dari ketidakakuratan data Dapodik (Data Pokok Pendidikan) yang menyebabkan distribusi makanan tidak tepat sasaran.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Antonius Welerubun, saat ditemui pada Kamis (16/4/2026) menjelaskan kendala utama yang terjadi adalah ketidaksesuaian antara data distribusi siswa dengan data Dapodik.
“Sejujurnya data Dapodik tidak akurat. Ada semacam manipulasi. Contohnya, di kota kemungkinan manipulasi tipis, tetapi ada murid yang sudah meninggal tapi datanya masih ada di Dapodik, atau murid sudah pindah tapi datanya tetap tercatat. Akibatnya, penyiapan MBG ada yang kurang, ada yang lebih. Datanya tidak pasti,” tegasnya.
Dinas Pendidikan selama ini telah menjalankan program pemberian makanan tambahan, khususnya untuk sekolah-sekolah di daerah pesisir dan pegunungan.
“Kami kalau berbicara tentang MBG hanya bisa berkoordinasi. Kami menyiapkan tempat untuk pembangunan dapur-dapur sementara. Kemarin koordinator atau penanggung jawab MBG tingkat kabupaten sudah berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan mengenai 18 titik dapur pembuatan MBG. Namun, itu baru sebatas komunikasi lisan, belum ada surat resmi,” tandasnya. (LE)

























