TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika mengevaluasi penerapan sistem ganjil-genap bagi kendaraan truk di kawasan SP2 setelah aturan tersebut mulai diberlakukan.
Evaluasi dilakukan untuk memastikan pengaturan kendaraan berjalan efektif sekaligus mengantisipasi munculnya antrean panjang di kawasan tersebut.
Kepala Disperindag Mimika Sabelina Fitriani mengatakan, sebelum aturan diterapkan, pemerintah telah memberikan waktu sekitar satu minggu untuk menyosialisasikan ketentuan ganjil-genap kepada para pengemudi truk.
Hal itu disampaikan Sabelina setelah mengikuti apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (7/9/2026).
Menurut dia, penerapan pada hari pertama mulai dipahami oleh sebagian besar pengemudi. Kondisi antrean di SP2 juga dinilai lebih terkendali dibandingkan sebelumnya.
“Tadi sempat sebelum apel ini saya lihat di SP2, antrean sudah tidak terlalu panjang dan mereka sudah paham,” kata Sabelina.
Masih Ada Pengemudi yang Salah Masuk
Meski demikian, petugas masih menemukan sekitar delapan kendaraan dengan nomor polisi genap yang masuk ketika giliran kendaraan bernomor polisi ganjil.
Sabelina mengatakan sebagian pengemudi mengaku lupa bahwa aturan ganjil-genap sudah mulai diberlakukan.
“Ada sekitar delapan mobil yang genap masuk, tetapi alasannya ada yang lupa. Jadi mereka sudah langsung minggir, langsung diarahkan,” ujarnya.
Petugas Disperindag bersama operator di lapangan terus melakukan pemantauan dan memberikan arahan kepada pengemudi yang belum mengikuti ketentuan.
“Kita arahkan untuk mereka keluar dari barisan yang genap-genap,” kata Sabelina.
Pengemudi Minta Pengaturan Tak Hanya di SP2
Di sisi lain, penerapan ganjil-genap memunculkan keluhan dari sejumlah pengemudi truk.
Mereka berharap pengaturan kendaraan tidak hanya dipusatkan di kawasan SP2 sehingga distribusi antrean dapat lebih merata.
“Mereka ingin tidak hanya dipusatkan di SP2 saja. Mungkin ke depan akan ada langkah-langkah,” ungkap Sabelina.
Sabelina mengatakan pemerintah akan mengevaluasi penerapan sistem tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Menurut dia, kendaraan yang tidak mendapat pelayanan atau kehabisan antrean di SP2 masih dapat diarahkan ke kawasan Nawaripi.
“Nanti tetap kita akan evaluasi seperti apa, karena memang untuk sementara ini kalaupun dia misalnya kehabisan di posisi di SP2, dia akan tetap lari di Nawaripi,” katanya.
Namun, pengaturan di Nawaripi juga perlu diperhitungkan. Ukuran kendaraan truk yang panjang dinilai berpotensi membuat antrean semakin panjang apabila seluruh kendaraan ditempatkan pada lokasi yang sama.
Karena itu, Disperindag akan kembali mengevaluasi pola pengaturan kendaraan agar sistem ganjil-genap dapat berjalan tanpa menimbulkan persoalan baru.
“Kita akan evaluasi lagi seperti apa penerapannya supaya pengaturan kendaraan bisa berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan antrean panjang,” pungkasnya.



























