TIMIKA, KontenMimika.com — DPRK Mimika menggelar Rapat Paripurna Istimewa untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Wakil Ketua II DPRK Mimika, almarhum Karel Gwijangge, S.IP., Senin (7/9/2026).
Kepergian Karel menjadi duka bagi lembaga legislatif dan masyarakat Mimika. Politisi senior PDI Perjuangan itu telah mengabdikan diri sebagai wakil rakyat selama lebih dari dua dekade, sejak 2004 hingga periode 2024–2029.
Peti jenazah Karel tiba di ruang paripurna sekitar pukul 14.26 WIT dan ditandu sejumlah personel Satpol PP.
Prosesi penghormatan tersebut dihadiri keluarga almarhum, pimpinan dan anggota DPRK Mimika, Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Emanuel Kemong, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, kader PDI Perjuangan, serta tamu undangan.
Rapat dipimpin Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau didampingi Wakil Ketua III Eseter Tsenawatme.
Dua Dekade Mengabdi
Karel Gwijangge meninggal dunia di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC), Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 01.45 WIB.
Ia meninggal setelah menjalani perjuangan melawan penyakit selama kurang lebih dua tahun.
Semasa hidupnya, Karel beberapa kali dipercaya menjadi anggota legislatif Kabupaten Mimika, mulai periode 2004–2009 hingga 2024–2029.
Pada periode terakhir, ia dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua II DPRK Mimika.
Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau mengatakan kepergian Karel merupakan kehilangan besar bagi keluarga, lembaga legislatif, dan masyarakat Mimika.
Primus mengenang Karel sebagai sosok yang rendah hati, tulus, dan memiliki komitmen dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.
“Paripurna istimewa ini menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada sahabat, rekan kerja, sekaligus pimpinan kami,” ujar Primus.
Dalam rapat tersebut, DPRK Mimika juga secara resmi menyerahkan jasa dan pengabdian almarhum kepada Ibu Pertiwi.
Bupati Kenang Sosok Santun
Bupati Mimika Johannes Rettob menyebut Karel sebagai salah satu putra terbaik daerah yang telah memberikan pikiran, tenaga, waktu, dan pengabdiannya bagi masyarakat serta pembangunan Mimika.
Johannes mengenang Karel sebagai sosok yang santun dan tenang, termasuk ketika menyampaikan kritik maupun perbedaan pandangan.
“Beliau orang yang lembut. Ketika ada hal yang berbeda pandangan ataupun perlu dikoreksi, beliau selalu menyampaikannya dengan cara yang santun,” kata Johannes.
Menurut Johannes, cara Karel menyampaikan kritik menunjukkan sikapnya dalam menjaga dialog dan menghormati perbedaan.
Kepergian Karel Gwijangge meninggalkan jejak panjang dalam perjalanan lembaga legislatif Kabupaten Mimika.
Lebih dari dua dekade berada di lembaga perwakilan rakyat menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Rapat paripurna istimewa tersebut menjadi penghormatan terakhir DPRK Mimika sekaligus penanda berakhirnya perjalanan panjang Karel sebagai wakil rakyat di Kabupaten Mimika. (LE)




























