TIMIKA, CARTENSZNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Mimika Distrik Mimika Timur Jauh melakukan sosialisasi penyuluhan dan penanganan stunting berlangsung di aula Distrik Mimika Timur Jauh, Kampung Fanamo Jumat, (19/06/2026) Timika Papua Tengah.
Kepala Distrik Mimika Timur Jauh, Priska Kuum, S.IP, MM, secara resmi membuka kegiatan ini. Hadir juga narasumber dan tim penyuluh dari puskesmas Manasari dan Ayuka, para kepala kampung, ketua PKK tingkat kampung, ketua Bamuskam, ketua RT, kader Posyandu dan peserta kegiatan.
Priska mengatakan, stunting merupakan salah satu permasalahan yang harus menjadi perhatian bersama. Ia sebut, stunting bukan hanya masalah kurangnya tinggi badan pada anak, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak, kesehatan, kemampuan belajar, dan produktivitas anak di masa depan. Karena itu, dia menegaskan penanganan stunting harus dilakukan secara serius, terpadu, dan berkelanjutan.
“Pemerintah telah menetapkan penurunan angka stunting sebagai salah satu program prioritas nasional dan daerah. Jadi kita perlu kerja sama dari semua pihak, baik pemerintah, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan keluarga sebagai lingkungan utama untuk tumbuh kembang anak,” katanya
Dia berharap, melalui kegiatan ini peserta memperoleh pemahaman yang baik mengenai penyebab stunting, cara pencegahannya, pentingnya pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita, pentingnya sanitasi lingkungan yang sehat, serta peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Untuk semua kepala kampung, kader posyandu, PKK, dan unsur masyarakat saya harap agar terus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak, melakukan pendampingan kepada keluarga yang berisiko stunting, dan terus mendukung setiap program pemerintah daerah Mimika dan secara khusus Distrik Mimika Timur Jauh, dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, ” jelas Priska Kuum di sela kegiatan.
Menanggapi keluhan masyarakat tentang kebutuhan air bersih, Priska membenarkan bahwa banyak kampung yang belum mendapat fasilitas air bersih yang layak. Masyarakat masih kesulitan mendapatkan air bersih.
“Saya sudah berkoordinasi dengan dinas Pekerjaan Umum kabupaten Mimika dan juga PT. Freeport Indonesia untuk serius menangani masalah air bersih di Mimika Timur Jauh,” katanya.
Ia mengatakan, masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih, bahkan anak-anak minum air kali yang tercemar, yang bisa menyebabkan diare. Air bersih merupakan faktor penting dalam upaya pencegahan stunting. (Dedy)
























