TIMIKA, CARTENZNES.COM – Aparat gabungan dari Polres Mimika dan Batalyon B Pelopor Brimob membubarkan sejumlah massa yang berkumpul di kawasan Bundaran Petrosea, Timika, Senin (3/8/2026).
Massa yang menggunakan atribut Komite Nasional Papua Barat (KNPB) tersebut diketahui berencana menggelar kegiatan mimbar bebas, menyampaikan orasi, serta melaksanakan ibadah di sisi Bundaran Petrosea. Dalam kegiatan itu, sejumlah peserta terlihat membawa spanduk, bendera, dan berbagai atribut organisasi.
Petugas yang telah disiagakan di lokasi kemudian meminta massa untuk tidak melanjutkan kegiatan mimbar bebas maupun penyampaian orasi. Aparat berupaya membubarkan kerumunan sebagai bagian dari langkah pencegahan terhadap pelaksanaan aksi yang sebelumnya telah diantisipasi oleh pihak kepolisian.
Setelah dilakukan komunikasi di lapangan, aparat memberikan kesempatan kepada massa untuk tetap melaksanakan ibadah. Namun, kegiatan tersebut dilakukan dengan ketentuan tidak menggunakan maupun menampilkan atribut KNPB.
Sebelumnya, ratusan personel gabungan Polres Mimika dan Batalyon B Pelopor Brimob telah dikerahkan untuk mengantisipasi rencana kegiatan yang dikaitkan dengan KNPB di wilayah Kabupaten Mimika.
Sebelum diterjunkan ke sejumlah lokasi, seluruh personel mengikuti apel kesiapan di halaman Graha Eme Neme Yauware, Timika, pada Senin pagi. Usai apel, personel ditempatkan di sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya massa.
Kabag Ops Polres Mimika, Kompol Alfred Korwa, mengatakan pengamanan dilakukan melalui penempatan personel secara statis serta pelaksanaan patroli mobile di sejumlah wilayah.
“Sebagian personel ditempatkan di titik-titik tertentu, sementara personel lainnya melaksanakan kegiatan secara mobile untuk memantau perkembangan situasi,” kata Alfred.
Sejumlah lokasi yang menjadi fokus pengamanan meliputi Bundaran Timika Indah, Bundaran Petrosea, Perempatan Diana Mall, kawasan Kantor DPRK Mimika, serta wilayah Gorong-gorong.
Menurut Alfred, pengawasan dilakukan untuk mencegah terbentuknya konsentrasi massa dalam jumlah besar yang berpotensi berkembang menjadi kegiatan aksi. Apabila ditemukan adanya kelompok masyarakat yang berkumpul di jalan dan mengarah pada pelaksanaan aksi, petugas akan segera mengambil langkah pembubaran.
“Kalau ditemukan massa berkumpul di jalan, akan langsung dibubarkan agar tidak terjadi kumpul-kumpul. Karena ketika jumlah orang semakin banyak, ada peluang munculnya aksi,” ujarnya.
Ia menegaskan, aparat tidak memberikan kesempatan bagi pihak yang telah diantisipasi untuk menghimpun massa dalam jumlah besar dan melaksanakan kegiatan aksi di wilayah Timika.
“Intinya, kami tidak memberikan peluang kepada mereka untuk mengumpulkan massa dalam jumlah banyak,” tegasnya.
Hingga kegiatan pengamanan berlangsung, aparat gabungan masih melakukan pemantauan dan patroli di sejumlah titik untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Mimika.






















