MIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Puskesmas Atuka, Distrik Mimika Tengah, mulai memperkuat pelayanan kesehatan di Kampung Mioko setelah wilayah itu terdeteksi memiliki kasus penyakit yang cukup tinggi. Pelayanan mencakup pemeriksaan kesehatan seluruh kelompok usia hingga fogging dari rumah ke rumah untuk menekan risiko penularan penyakit.
Kepala Puskesmas Atuka, Julia Tahitu, mengatakan Kampung Mioko dipilih sebagai lokasi awal pelayanan berdasarkan pemantauan bersama Pemerintah Distrik Mimika Tengah. Sejumlah penyakit yang menjadi perhatian antara lain malaria, demam berdarah dengue (DBD), dan campak.
Pelayanan akan dilakukan di tiga lokasi sekaligus, yakni balai kampung, sekolah, dan lingkungan permukiman warga.
“Besok, pelayanan akan dilakukan di tiga lokasi secara bersamaan. Di balai kampung akan dilakukan pemeriksaan kesehatan umum, sementara tenaga kesehatan akan mendatangi sekolah secara langsung sehingga anak-anak tidak perlu datang ke balai kampung,” kata Julia.
Selain pemeriksaan, petugas akan melakukan fogging dari rumah ke rumah. Pengasapan tidak hanya menyasar fasilitas umum, tetapi juga lingkungan permukiman warga.
Julia meminta aparat kampung membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat agar warga dapat mengikuti pelayanan dan mendukung pelaksanaan fogging.
“Pemeriksaan mencakup semua usia, mulai dari bayi hingga lansia. Bukan hanya ibu dan anak, tetapi bapak-bapak juga wajib diperiksa,” ujarnya.
Pelayanan akan diatur berdasarkan wilayah RT untuk menjaga ketertiban. Warga juga diminta membawa Kartu Keluarga (KK), KTP, dan kartu BPJS jika memiliki.
Julia menyoroti masih adanya warga Mioko yang terdaftar pada fasilitas kesehatan di wilayah kota, bukan di Puskesmas Atuka. Kondisi tersebut dapat menyulitkan proses rujukan ketika pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Hal ini terkadang menyulitkan saat proses rujukan. Misalnya ketika pasien harus dirujuk ke Rumah Sakit MM, rumah sakit meminta rujukan dari Puskesmas Atuka, sementara data kepesertaannya tidak tercatat di Puskesmas Atuka,” katanya.
Pelayanan juga menyediakan pemeriksaan ultrasonografi (USG) bagi ibu hamil. Warga yang mengalami keterlambatan haid atau belum rutin memeriksakan kehamilan diimbau memanfaatkan layanan tersebut.
Julia mengatakan pelayanan kesehatan harus menjangkau seluruh anggota keluarga, tidak hanya ibu dan anak. Ia meminta masyarakat tidak menunggu hingga sakit parah untuk mendapatkan pemeriksaan.
“Jangan menunda pemeriksaan sampai sakit baru berobat,” ujarnya.
Puskesmas Atuka berharap keterlibatan warga dapat membantu memperkuat pencegahan dan penanganan penyakit sekaligus meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat di Kampung Mioko. (LE)























