• Privacy Policy
  • Redaksi
  • Login
Cartenz News
  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Pariwara
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi
  • Lainnya
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Sosial dan Budaya
No Result
View All Result
Cartenz News
  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Pariwara
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi
  • Lainnya
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Sosial dan Budaya
No Result
View All Result
Cartenz News
No Result
View All Result
Home Ekonomi
El Nino Mengancam, Harga Cabai Mimika Tembus Rp150 Ribu, DTPHP Siapkan 12 Titik Irigasi

El Nino Mengancam, Harga Cabai Mimika Tembus Rp150 Ribu, DTPHP Siapkan 12 Titik Irigasi

Redaksi Cartenz News by Redaksi Cartenz News
September 14, 2026
in Ekonomi, Berita Utama, Nasional
0
501
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino mulai menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Mimika. Selain berpotensi menekan produksi pertanian, kekeringan juga dikhawatirkan berdampak pada pasokan komoditas hortikultura dan memicu kenaikan harga pangan di pasaran.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah cabai, yang harganya disebut telah berada di kisaran Rp125 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram.

Baca Juga

Bupati Rettob Datang Beri Semangat, 19 Kafilah Mimika Bawa Nama Papua Tengah di MTQ Nasional

Bupati Rettob Datang Beri Semangat, 19 Kafilah Mimika Bawa Nama Papua Tengah di MTQ Nasional

September 14, 2026
Jurnalis Mimika Nyalakan Lilin, Dukung Perpanjangan Pencarian 5 Wartawan Hilang di Krakatau

Jurnalis Mimika Nyalakan Lilin, Dukung Perpanjangan Pencarian 5 Wartawan Hilang di Krakatau

September 14, 2026

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Mimika kini menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak kekeringan sekaligus menjaga produksi pangan masyarakat.

HUTRI ke-81 Distrik MTJ

Plt Kepala DTPHP Mimika, Abdul Haris Sudharmono, mengatakan kondisi kekeringan dalam jangka pendek masih dapat diantisipasi melalui sejumlah strategi pertanian.

Salah satunya dengan mendorong pengembangan padi gogo, jenis padi yang relatif dapat dikembangkan pada lahan dengan kondisi air terbatas.

Namun, kebutuhan air tetap menjadi persoalan utama, terutama bagi tanaman pangan dan hortikultura.

“Jangka pendek ini masih bisa kita atasi dengan pertanian padi gogo. Kemudian yang sangat dibutuhkan adalah sayur-mayur, terutama cabai, karena itu juga yang membuat inflasi,” ujar Abdul Haris saat ditemui awak media usai apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (14/9/2026).

Petani Diminta Siapkan Sumber Air

Menurut Abdul Haris, petani masih memiliki opsi untuk memenuhi kebutuhan air dengan membuat sumur gali di sekitar areal pertanian.

Langkah tersebut dinilai dapat menjadi solusi jangka pendek apabila kekeringan belum berlangsung terlalu parah.

Namun, ia mengingatkan kondisi akan berbeda apabila musim kering berlangsung lebih panjang.

“Kalau ke depannya sudah sangat kering, tentu akan menjadi persoalan. El Nino merupakan faktor alam yang tidak bisa kita hindari,” katanya.

Karena itu, pemerintah mulai menyiapkan infrastruktur pendukung untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap curah hujan.

12 Titik Irigasi Air Tanah Disiapkan

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program Jaringan Irigasi Air Tanah Dalam (JIAT) yang mendapat dukungan pemerintah pusat.

DTPHP Mimika menyebut sekitar 12 titik jaringan irigasi akan dibangun tahun ini di sejumlah sentra pertanian yang dinilai membutuhkan pasokan air.

“Kalau saya tidak salah, sekitar 12 titik. Itu di sentra-sentra pertanian, di sawah juga kita kasih, kemudian di daerah-daerah yang membutuhkan,” jelas Abdul Haris.

Fasilitas JIAT tersebut nantinya diarahkan kepada kelompok tani, bukan untuk kepentingan perorangan.

“Semua dibangun di kelompok, tidak ada di pribadi-pribadi,” tegasnya.

Abdul Haris menjelaskan, penerima program harus memiliki data kelompok tani yang jelas dan melalui proses verifikasi.

Data tersebut disampaikan melalui pemerintah provinsi sebelum diteruskan kepada pemerintah pusat.

Ia juga mengingatkan bahwa pembentukan kelompok tani memiliki aturan yang harus dipenuhi. Salah satunya anggota tidak diperbolehkan terdaftar dalam beberapa kelompok sekaligus.

Selain itu, kelompok tani untuk sektor pertanian dan peternakan juga memiliki pengaturan tersendiri.

Produksi Turun, Harga Pangan Bisa Kembali Melonjak

DTPHP Mimika mewaspadai dampak kekeringan terhadap rantai pasok pangan.

Jika kekeringan berlangsung lama, produksi petani berpotensi menurun. Ketika produksi berkurang, pasokan komoditas di pasar ikut menipis.

Dalam kondisi tersebut, harga berpotensi mengalami kenaikan.

“Penurunan produksi dan terjadi inflasi. Karena dengan sendirinya barang akan berkurang di pasar, biaya produksi juga tinggi,” ujar Abdul Haris.

Ia mencontohkan cabai sebagai salah satu komoditas yang sangat sensitif terhadap kondisi produksi dan pasokan.

Berdasarkan pengamatannya, harga cabai di Mimika saat ini telah mencapai kisaran Rp125 ribu hingga Rp150 ribu.

Selain faktor produksi, Abdul Haris juga menyoroti persoalan distribusi komoditas melalui jalur laut.

Menurutnya, ketika kapal pengangkut komoditas tiba di Mimika, sebagian pedagang dapat membeli dalam jumlah besar untuk kemudian membawa komoditas tersebut ke daerah lain yang menawarkan harga lebih tinggi.

Kondisi tersebut, menurut dia, berpotensi ikut memengaruhi ketersediaan komoditas di pasar lokal dan berdampak terhadap harga yang harus dibayar masyarakat.

Masyarakat Diminta Manfaatkan Pekarangan

Menghadapi potensi tekanan terhadap produksi pangan dan harga komoditas, DTPHP Mimika juga mendorong masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan pasar.

Abdul Haris mengimbau masyarakat memanfaatkan lahan kosong maupun pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan pangan sehari-hari.

Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat membantu menjaga ketersediaan pangan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap komoditas yang harganya mudah berfluktuasi.

Di tengah ancaman El Nino, penguatan ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petani. Masyarakat juga dapat mengambil bagian dengan memanfaatkan lahan yang tersedia untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga.

Dengan menyiapkan sumber air, memperkuat infrastruktur irigasi dan mendorong masyarakat menanam pangan dari tingkat rumah tangga, pemerintah berharap dampak kekeringan terhadap produksi dan harga pangan di Mimika dapat ditekan. (LE)

ShareTweetShareSend
20260321 Idul Fitri DMPK
Redaksi Cartenz News

Redaksi Cartenz News

Related Posts

Bupati Rettob Datang Beri Semangat, 19 Kafilah Mimika Bawa Nama Papua Tengah di MTQ Nasional
Berita Utama

Bupati Rettob Datang Beri Semangat, 19 Kafilah Mimika Bawa Nama Papua Tengah di MTQ Nasional

September 14, 2026
Jurnalis Mimika Nyalakan Lilin, Dukung Perpanjangan Pencarian 5 Wartawan Hilang di Krakatau
Berita Utama

Jurnalis Mimika Nyalakan Lilin, Dukung Perpanjangan Pencarian 5 Wartawan Hilang di Krakatau

September 14, 2026
Mimika Kejar Cetak Sawah 7.000 Hektare, Iwaka Jadi Kawasan Terbesar
Berita Utama

Mimika Kejar Cetak Sawah 7.000 Hektare, Iwaka Jadi Kawasan Terbesar

September 14, 2026
Kelola RP80 Milyar di Tengah APBD Mimika Defisit, DTPHP Pangkas Kegiatan Tak Mendesak Fokus Amankan Ketahanan Pangan
Berita Utama

Kelola RP80 Milyar di Tengah APBD Mimika Defisit, DTPHP Pangkas Kegiatan Tak Mendesak Fokus Amankan Ketahanan Pangan

September 14, 2026
BERTHA BEANAL GERAM: JANGAN ASAL OMONG SOAL TP-PKK MIMIKA, KAMI TURUN KE KAMPUNG DAN PESISIR LAYANI MASYARAKAT
Ekonomi

BERTHA BEANAL GERAM: JANGAN ASAL OMONG SOAL TP-PKK MIMIKA, KAMI TURUN KE KAMPUNG DAN PESISIR LAYANI MASYARAKAT

September 14, 2026
Raih WTP Ke-11, Bupati JR Tekankan Pentingnya Tindak Lanjut Temuan BPK
Berita Utama

Bupati Mimika Perintahkan Penanganan Debu dan Asap, BPBD Langsung Lakukan Penyiraman

September 12, 2026
Next Post
Bupati Rettob Datang Beri Semangat, 19 Kafilah Mimika Bawa Nama Papua Tengah di MTQ Nasional

Bupati Rettob Datang Beri Semangat, 19 Kafilah Mimika Bawa Nama Papua Tengah di MTQ Nasional

DP3AP2KB - HUT RI ke-81 tahun 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
KPU Mimika Tetapkan 35 Caleg  DPRD Mimika yang Peroleh Suara Terbanyak dari Enam Dapil pada Pemilu 2024

KPU Mimika Tetapkan 35 Caleg DPRD Mimika yang Peroleh Suara Terbanyak dari Enam Dapil pada Pemilu 2024

March 13, 2024
Roling Pejabat di Lingkup Pemkab Mimika Segera Dilakukan, Johannes Rettob Pastikan Tidak Ada Unsur Politik

Roling Pejabat di Lingkup Pemkab Mimika Segera Dilakukan, Johannes Rettob Pastikan Tidak Ada Unsur Politik

May 28, 2023
KPU Mimika Tetapkan 35 Calon Terpilih Anggota DPRD Mimika Periode 2024-2029

KPU Mimika Tetapkan 35 Calon Terpilih Anggota DPRD Mimika Periode 2024-2029

May 28, 2024
Screenshot 20250429 101401 Facebook

Bupati Mimika Jelaskan Alasan Belum Dilakukan Mutasi Jabatan

April 29, 2025
Penyerahan uang kepala dari Prajurit  Satgas Yonif R 600/Modang kepada  perwakilan keluarga Almarhum Bruno Amenim di rumah duka Kelurahan Bade, Distrik Edera,  Kabupaten Mappi. (FOTO: ISTIMEWA)

Penuhi Adat dan Permintaan Keluarga, Satgas Yonif R 600/Modang Berikan Uang Adat Di Atas Peti Disaksikan Warga

0
Sekretaris PMI Provinsi Papua, dr Raflus Doranggi  memukul tifa sebagai tanda menutup  kegiatan Muskab PMI Kabupaten Puncak  di Hotel Grand Mozza Timika, Papua. (Foto: Cartenz News/Yosefina)

Kembali Pimpin PMI Puncak Papua, Elpina Kogoya akan Bentuk PMR

0
Suasana pelayanan kesehatan di Puskesmas Timika Jaya Kabupaten Mimika. (Foto Yosefina/Cartenz News)

Pelayanan di Puskesmas Timika Jaya 24 Jam

0
Kepada Paus Fransiskus, Uskup Agung Merauke Utarakan Harapannya

Kepada Paus Fransiskus, Uskup Agung Merauke Utarakan Harapannya

0
Bupati Rettob Datang Beri Semangat, 19 Kafilah Mimika Bawa Nama Papua Tengah di MTQ Nasional

Bupati Rettob Datang Beri Semangat, 19 Kafilah Mimika Bawa Nama Papua Tengah di MTQ Nasional

September 14, 2026
El Nino Mengancam, Harga Cabai Mimika Tembus Rp150 Ribu, DTPHP Siapkan 12 Titik Irigasi

El Nino Mengancam, Harga Cabai Mimika Tembus Rp150 Ribu, DTPHP Siapkan 12 Titik Irigasi

September 14, 2026
Jurnalis Mimika Nyalakan Lilin, Dukung Perpanjangan Pencarian 5 Wartawan Hilang di Krakatau

Jurnalis Mimika Nyalakan Lilin, Dukung Perpanjangan Pencarian 5 Wartawan Hilang di Krakatau

September 14, 2026
Mimika Kejar Cetak Sawah 7.000 Hektare, Iwaka Jadi Kawasan Terbesar

Mimika Kejar Cetak Sawah 7.000 Hektare, Iwaka Jadi Kawasan Terbesar

September 14, 2026

Recent News

Bupati Rettob Datang Beri Semangat, 19 Kafilah Mimika Bawa Nama Papua Tengah di MTQ Nasional

Bupati Rettob Datang Beri Semangat, 19 Kafilah Mimika Bawa Nama Papua Tengah di MTQ Nasional

September 14, 2026
El Nino Mengancam, Harga Cabai Mimika Tembus Rp150 Ribu, DTPHP Siapkan 12 Titik Irigasi

El Nino Mengancam, Harga Cabai Mimika Tembus Rp150 Ribu, DTPHP Siapkan 12 Titik Irigasi

September 14, 2026
Jurnalis Mimika Nyalakan Lilin, Dukung Perpanjangan Pencarian 5 Wartawan Hilang di Krakatau

Jurnalis Mimika Nyalakan Lilin, Dukung Perpanjangan Pencarian 5 Wartawan Hilang di Krakatau

September 14, 2026
Mimika Kejar Cetak Sawah 7.000 Hektare, Iwaka Jadi Kawasan Terbesar

Mimika Kejar Cetak Sawah 7.000 Hektare, Iwaka Jadi Kawasan Terbesar

September 14, 2026
Paskah 2026 - Ketua KPU Mimika
Cartenz News

Follow Us

Rubrik

  • Berita Utama
  • Editorial
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sosial dan Budaya
  • Sosok
  • Teknologi
20260321 Idul Fitri Distrik Jila
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2022 Cartenz News

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Pariwara
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi
  • Lainnya
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Sosial dan Budaya

© 2022 Cartenz News