MIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Mimika menghadirkan layanan terpadu bagi warga lima kampung di Distrik Mimika Tengah. Layanan yang berlangsung selama lima hari itu mencakup kesehatan, administrasi kependudukan, serta pelayanan kesejahteraan ibu dan anak.
Kegiatan dibuka di Kampung Mioko, Senin, 14 September 2026, melalui kolaborasi Distrik Mimika Tengah, Puskesmas Atuka, Klinik Bergerak Yapari, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Mimika.
Pelaksana Tugas Kepala Distrik Mimika Tengah, Florensius Gemma Kwalik, mengatakan pelayanan terpadu diperlukan untuk mendekatkan layanan dasar kepada masyarakat yang selama ini menghadapi kendala jarak.
“Kalau pelayanan dilakukan sendiri-sendiri, tentu hasilnya tidak maksimal. Karena itu, kesehatan, kependudukan, pendidikan, dan pelayanan sosial harus dikoordinasikan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik,” kata Florensius saat membuka kegiatan.
Menurut dia, data kependudukan yang lengkap dan akurat menjadi salah satu syarat penting bagi masyarakat untuk mengakses program pemerintah. Ketidaksesuaian data dapat menghambat layanan kesehatan, pendidikan, hingga bantuan sosial.
“Semua ini untuk kepentingan masyarakat. Kami ingin memastikan warga dapat berobat dengan lancar, anak-anak dapat memperoleh akses pendidikan, dokumen kependudukan dapat diurus, dan masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan sosial dapat terdata dengan baik,” ujarnya.
Florensius meminta masyarakat memberikan data yang benar kepada petugas agar proses pelayanan berjalan lancar.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Regina Wenda, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, pelayanan di tingkat distrik akan lebih efektif jika sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) hadir secara bersama.
“Ketika sebuah program dilaksanakan di distrik, sebaiknya tidak berjalan sendiri-sendiri. Beberapa OPD dapat hadir bersama sehingga masyarakat bisa mendapatkan lebih banyak manfaat dalam satu kegiatan,” kata Regina.
Selain layanan kesehatan dan administrasi kependudukan, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan Dinas Sosial melalui penyaluran bantuan serta Dinas Ketahanan Pangan yang memberikan bantuan beras kepada masyarakat.
Regina berharap model pelayanan terpadu dapat terus dikembangkan di kampung-kampung lain. Pola tersebut dinilai dapat memperkuat koordinasi pemerintah sekaligus mempercepat masyarakat memperoleh pelayanan dasar. (LE)
























