TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Sebanyak 178 pencari kerja (pencaker) di Kabupaten Mimika melaporkan dugaan penipuan berkedok perekrutan tenaga kerja ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Mimika, Jumat (19/6/2026).
Para korban mengaku telah menyetorkan sejumlah uang kepada pihak yang menjanjikan pekerjaan di beberapa perusahaan kontraktor. Namun hingga kini, pekerjaan yang dijanjikan tidak kunjung terealisasi.
Salah satu korban, Yakobus Balubun, mengatakan dirinya bersama ratusan pencaker lainnya awalnya dihubungi melalui aplikasi WhatsApp dan dimasukkan ke dalam grup yang berisi informasi terkait lowongan kerja. Dalam grup tersebut, para peserta dijanjikan akan ditempatkan pada sejumlah posisi, seperti administrasi, mekanik, hingga operator alat berat.
Menurut Yakobus, para pencaker mulai mengikuti proses tersebut sejak Februari 2026 dan dijanjikan mulai bekerja pada Maret hingga April. Meski demikian, identitas perusahaan yang disebut akan merekrut mereka tidak pernah dijelaskan secara rinci.
“Awalnya kami diyakinkan bahwa proses perekrutan ini resmi. Karena itu banyak yang percaya dan akhirnya menyerahkan uang sesuai permintaan,” katanya.
Para korban diketahui telah mentransfer uang dengan nominal yang bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp8 juta. Besaran uang yang diminta disesuaikan dengan posisi pekerjaan yang dijanjikan.
Yakobus mengungkapkan, sebagian besar korban baru menyadari adanya kejanggalan setelah jadwal wawancara kerja dan penandatanganan kontrak yang dijanjikan tidak terlaksana.
Mereka sebelumnya diarahkan untuk menghadiri proses interview, penandatanganan kontrak kerja, dan pembuatan kartu identitas karyawan di salah satu hotel di Timika pada Jumat (19/6). Namun setelah tiba di lokasi, para pencaker tidak menemukan kegiatan yang dimaksud.
“Kami datang sesuai informasi yang diberikan, tetapi ternyata tidak ada kegiatan apa pun di hotel tersebut,” ujarnya.
Merasa dirugikan, para korban kemudian mendatangi Polres Mimika untuk melaporkan dugaan penipuan tersebut. Mereka juga membawa salah satu admin grup WhatsApp berinisial S yang diketahui ikut memberikan informasi kepada para peserta.
























