TIMIKA, CARTENZNEWS.COM— Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika mendorong seluruh program dan kebijakan pemerintah daerah mulai disusun berdasarkan data dan hasil penelitian, bukan sekadar asumsi.
Kebijakan berbasis riset tersebut tengah dipersiapkan untuk mendukung perencanaan pembangunan Kabupaten Mimika, khususnya program pemerintah daerah pada 2027.
Kepala BRIDA Kabupaten Mimika Darius Sabon Rain mengatakan pihaknya sedang menyiapkan sejumlah agenda penelitian yang melibatkan perguruan tinggi dan lembaga terkait.
“Kita tidak mau hasil riset itu hanya dalam bentuk dokumen saja, tetapi harus bisa dieksekusi,” ujar Darius kepada wartawan di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (7/9/2026).
Menurut Darius, tema penelitian akan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan daerah serta visi dan misi kepala daerah.
BRIDA akan memetakan sejumlah bidang strategis yang membutuhkan kajian, mulai dari sektor ekonomi, sosial, pemberdayaan masyarakat hingga pembangunan daerah.
Hasil Riset Harus Masuk Program
Darius menegaskan hasil penelitian nantinya tidak boleh berhenti sebagai dokumen akademik.
Setelah penelitian selesai, BRIDA akan mengidentifikasi organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki kewenangan dan kepentingan terhadap rekomendasi yang dihasilkan.
Rekomendasi tersebut kemudian diharapkan dapat diterjemahkan menjadi program atau kegiatan pemerintah daerah.
“Setahun ini nanti kami sampaikan hasil rekomendasinya untuk diprogramkan tahun berikutnya, tahun 2027,” katanya.
Dengan pola tersebut, penelitian yang dilakukan tidak hanya menghasilkan kajian, tetapi juga menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan dan menyusun program pembangunan.
Sejumlah Riset Sudah Berjalan
Darius mengatakan sejumlah penelitian saat ini sudah berjalan di Mimika.
Salah satunya berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir berbasis koperasi. Selain itu, terdapat penelitian yang melibatkan perguruan tinggi dari luar daerah untuk mengkaji kondisi masyarakat serta berbagai persoalan yang menjadi perhatian pemerintah.
BRIDA kini melakukan identifikasi terhadap hasil penelitian yang telah selesai untuk menentukan OPD yang paling berkepentingan terhadap rekomendasi tersebut.
“Untuk penelitian yang sudah selesai, tinggal kami identifikasi OPD mana saja yang berkepentingan untuk kami sampaikan rekomendasinya,” ujar Darius.
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi penting untuk memperkuat kualitas perencanaan pembangunan daerah. Kajian ilmiah dinilai dapat membantu pemerintah memperoleh gambaran yang lebih akurat sebelum mengambil keputusan.
OPD Diminta Tinggalkan Pola Asumsi
Darius berharap penggunaan data dan hasil riset menjadi kebiasaan dalam penyusunan program di setiap OPD.
Ia menilai kebijakan yang tidak didukung data berisiko membuat program pemerintah tidak sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami harapkan semua program kebijakan yang diadakan oleh OPD-OPD itu berbasis data, jadi tidak berbasis asumsi, tetapi berbasis data,” tegasnya.
Karena itu, BRIDA akan terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, dan pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghasilkan penelitian yang relevan dengan persoalan dan kebutuhan pembangunan Mimika.
Darius berharap hasil riset yang telah dilakukan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam penyusunan program 2027.
Dengan demikian, perencanaan pembangunan daerah diharapkan menjadi lebih terarah, terukur, dan tepat sasaran karena disusun berdasarkan kondisi nyata di lapangan. (LE)




























