TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Konflik perang saudara antara kubu Dang dan Newegalen di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda berakhir meski upaya perdamaian sempat dilakukan beberapa waktu lalu.
Pertikaian yang telah berlangsung sejak beberapa waktu terakhir itu terus memakan korban jiwa. Hingga Kamis (18/6/2026), jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 17 orang, terdiri dari 10 orang dari kubu Dang dan 7 orang dari kubu Newegalen.
Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, mengatakan konflik kembali pecah setelah proses perdamaian yang sebelumnya difasilitasi berbagai pihak. Bahkan, setelah kesepakatan damai tercapai, bentrokan kembali terjadi dan menyebabkan seorang pendeta meninggal dunia.
“Setelah perdamaian itu, tiba-tiba terjadi lagi saling serang dan ada korban seorang pendeta meninggal dunia. Sejak saat itu konflik kembali berlanjut hingga sekarang dan jumlah korban terus bertambah,” kata Yusak.
Menurutnya, berbagai upaya mediasi terus dilakukan oleh pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah. Namun, proses perdamaian masih menghadapi kendala karena adanya keinginan salah satu kubu untuk melakukan aksi balasan.
Beberapa waktu lalu, Ketua MRP Papua Tengah Agustinus Anggaibak juga telah menemui kubu Dang guna mencari solusi penyelesaian konflik. Dalam pertemuan tersebut, kubu Dang meminta waktu dua minggu sebelum menyatakan siap berdamai.
“Ketua MRP sudah datang melakukan pendekatan. Dari pihak Dang meminta waktu dua minggu karena mereka ingin membalas hingga jumlah korban dianggap sama. Namun tentu hal itu berpotensi menambah korban baru,” ujarnya.
Kapolsek menegaskan pihak kepolisian bersama pemerintah daerah terus melakukan pendekatan persuasif kepada kedua kelompok yang bertikai. Namun, batas waktu telah diberikan hingga Sabtu mendatang untuk menghentikan konflik tersebut.
“Kami bersama pemerintah daerah memberikan waktu sampai hari Sabtu. Tidak mungkin terus mengikuti kemauan mereka. Ketua MRP juga sudah menyampaikan bahwa jika sampai Senin konflik belum berhenti, maka aparat kepolisian akan mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Pihak kepolisian berharap kedua kubu dapat menahan diri dan mengedepankan penyelesaian secara damai guna mencegah bertambahnya korban jiwa di tengah masyarakat.
























