SUMUT, CARTENZNEWS.COM – Melisa Mayos Howay, putri terbaik asal Kabupaten Mimika, resmi memulai langkahnya di ajang nasional. Ia kini tengah mengikuti masa karantina Grand Final Pemilihan Putri Otonomi Indonesia 2026 yang digelar di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Kehadiran Melisa membawa kebanggaan besar bagi masyarakat Mimika dan Papua Tengah. Ia menjadi representasi daerah yang siap bersaing ketat dengan para finalis terbaik dari seluruh penjuru nusantara.
Melisa mendarat di Deli Serdang pada Sabtu (27/6/2026). Bersama finalis lainnya, ia langsung dihadapkan pada serangkaian agenda karantina yang padat menjelang malam puncak grand final. Selama masa karantina, para peserta akan digembleng lewat: Pembekalan materi otonomi dan pemerintahan, Uji kapasitas kepemimpinan (leadership), Asah kemampuan komunikasi (public speaking) dan Presentasi dan promosi potensi keunggulan daerah masing-masing.
Bukan Sekadar Kontes Kecantikan
Ajang Putri Otonomi Indonesia memang bukan sekadar kompetisi kecantikan biasa. Wadah ini dirancang khusus bagi generasi muda untuk membuktikan kapasitas mereka sebagai duta pembangunan daerah. Para finalis dituntut cerdas dalam memperkenalkan kekayaan budaya, potensi pariwisata, serta peluang investasi daerah mereka di panggung nasional.
Melisa mengaku sangat bangga sekaligus terhormat bisa mendapatkan kepercayaan penuh untuk mewakili Kabupaten Mimika. Baginya, panggung ini adalah amanah besar yang harus diemban dengan totalitas.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mimika yang telah memberikan dukungan kepada saya untuk mengikuti kompetisi ini. Saya siap memberikan yang terbaik dan membawa nama baik Kabupaten Mimika,” ujar Melisa optimistis.
Ia juga mengetuk pintu hati masyarakat Papua, khususnya Mimika, untuk bersama-sama mengiringi langkahnya lewat doa.
“Saya berharap doa dan dukungan dari seluruh masyarakat menjadi penyemangat bagi saya untuk tampil maksimal dan meraih hasil terbaik,” tuturnya.
Inspirasi untuk Generasi Muda Papua
Keikutsertaan Melisa di ajang bergengsi ini diharapkan menjadi momentum emas untuk mengerek popularitas potensi Kabupaten Mimika di level nasional. Lebih dari itu, pencapaian Melisa diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi generasi muda Papua lainnya agar berani tampil, mengukir prestasi, dan ikut ambil bagian dalam pembangunan daerah.
Kini, dukungan penuh dari masyarakat Mimika dan Papua Tengah menjadi bahan bakar utama bagi Melisa. Semua mata tertuju padanya, menanti pembuktian putri Papua di panggung Grand Final Putri Otonomi Indonesia 2026. (LE)























