TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Mimika, Rafael Taorekeyau, mendorong kaum intelektual dan alumni perguruan tinggi mengambil inisiatif mendirikan universitas di Mimika. Gagasan ini dinilai penting untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus membuka ruang pengabdian bagi sumber daya manusia lokal.
Rafael mengatakan, pendirian universitas tidak cukup hanya menjadi harapan atau menunggu langkah pemerintah. Diperlukan keberanian, gagasan, dan tindakan nyata dari kalangan intelektual untuk mewujudkan lembaga pendidikan tinggi di daerah sendiri.
“Kita tidak bisa hanya berharap dan meminta, tetapi harus ada tindakan. Perlu inisiatif dari kaum intelektual yang ada di Mimika ataupun Papua untuk mendirikan ruang pendidikan tinggi berupa universitas,” ujarnya baru-baru ini di Timika.
Alumni YPMAK Didorong Berkarier sebagai Dosen
Rafael juga menyoroti lulusan perguruan tinggi, termasuk alumni penerima beasiswa Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana hingga pascasarjana, tetapi belum memperoleh pekerjaan.
Menurutnya, lulusan perguruan tinggi perlu melihat peluang karier secara lebih luas dan tidak hanya berorientasi menjadi pegawai negeri atau bekerja di lembaga besar.
Ia mendorong alumni yang memiliki kompetensi akademik untuk berani menekuni profesi dosen dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Papua.
“Jangan hanya memandang pegawai negeri sebagai tujuan yang harus dicapai. Banyak hal yang bisa kita lakukan. Alumni YPMAK juga harus berani menjadi dosen dan mengembangkan kemampuan yang mereka miliki,” katanya.
Rafael menilai, keterlibatan putra-putri daerah sebagai tenaga pengajar dapat memperkuat kapasitas masyarakat lokal sekaligus membantu menyiapkan generasi muda berikutnya. Namun, kesempatan tersebut perlu didukung kompetensi dan kualifikasi yang sesuai.
Ia juga menekankan bahwa anak-anak Amungme, Kamoro, dan Papua pada umumnya memiliki peluang untuk berkiprah di berbagai perguruan tinggi apabila memenuhi persyaratan akademik yang dibutuhkan.
Otsus Perlu Didorong untuk Program Nyata
Selain pendidikan tinggi, Rafael menyoroti pentingnya pemanfaatan otonomi khusus (Otsus) untuk mendukung program pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, pemerintah dan para pemangku kepentingan perlu merumuskan program yang jelas, terukur, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Gagasan pembangunan, kata dia, harus ditindaklanjuti dengan langkah nyata, bukan berhenti pada pengajuan proposal.
“Harus mampu menawarkan program atau proyek yang jelas. Bukan hanya menawarkan proposal, tetapi bagaimana gagasan itu bisa diwujudkan menjadi pembangunan yang bermanfaat,” tegasnya.
Rafael mencontohkan Kabupaten Pegunungan Bintang sebagai salah satu daerah yang menurutnya dapat menjadi inspirasi dalam mendorong keterlibatan putra-putri daerah berpendidikan tinggi untuk berkontribusi bagi pembangunan.
Ia berharap gagasan pendirian universitas mendapat perhatian dari kalangan intelektual, alumni, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan kolaborasi tersebut, Mimika diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus membuka peluang kerja dan pengabdian bagi generasi muda Papua. (LE)



























