TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Ada yang berbeda dari peringatan Hari Juang Polri tahun ini di Kabupaten Mimika. Polres Mimika mengajak anak-anak untuk berani bermimpi menjadi seorang pemimpin melalui lomba kreatif “Andai Sa Kapolres”.
Bukan sekadar lomba membuat video, tiga anak terbaik nantinya akan mendapatkan pengalaman yang tidak biasa. Mereka akan berkesempatan mengenakan seragam polisi dan menjalani aktivitas sebagai “Kapolres Mimika Sehari” bersama Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak.
Lomba ini diperuntukkan bagi anak-anak usia 6 hingga 10 tahun yang berdomisili di Kabupaten Mimika.
Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan, konsep tersebut sengaja dibuat berbeda agar anak-anak memiliki ruang untuk berani menyampaikan gagasan sekaligus mengenal lebih dekat dunia kepolisian.
“Kita buat lomba ini dengan hadiah yang unik, yaitu menjadi Kapolres selama satu hari. Nanti akan ada tiga pemenang yang akan memakai seragam, mendapat fasilitas dan beraktivitas seperti saya selama satu hari,” kata Alredo, Jumat (14/8).
Menurutnya, Hari Juang Polri tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah perjuangan dan pengabdian Polri, tetapi juga menjadi kesempatan membangun kedekatan dengan masyarakat, termasuk generasi muda.
Melalui lomba tersebut, Polres Mimika ingin mengetahui bagaimana cara pandang anak-anak terhadap sosok seorang pemimpin dan apa yang akan mereka lakukan jika suatu saat dipercaya menjadi Kapolres.
“Kalau bermimpi jangan tanggung. Bermimpilah setinggi-tingginya supaya kita punya motivasi untuk lebih maju. Dalam hal ini saya ingin mendengar keluguan anak-anak mengenai apa yang mereka ingin lakukan kalau menjadi seorang Kapolres,” tuturnya.
Pendaftaran Dibuka hingga 19 Agustus
Ketua Panitia Lomba “Andai Sa Kapolres”, Iptu Hempy Ona, mengatakan pendaftaran dibuka mulai 14 hingga 19 Agustus 2026.
Peserta hanya perlu membuat video pendek yang berisi gagasan atau hal-hal yang akan mereka lakukan jika diberi kesempatan menjadi Kapolres Mimika.
Video tersebut kemudian diunggah melalui akun media sosial milik orang tua peserta dengan mencantumkan tagar #andaisakapolres #humaspolresmimika #harijuangpolri serta menautkan akun Humas Polres Mimika.
“Caranya cukup buat video pendek yang di dalamnya menyampaikan apa yang kamu mau lakukan apabila menjadi Kapolres. Kemudian unggah video di akun media sosial masing-masing dengan tagar yang sudah ditentukan dan tautkan juga ke akun Humas Polres Mimika,” jelas Hempy.
Penggunaan akun orang tua diberlakukan karena seluruh peserta masih berusia anak-anak. Jika terpilih sebagai pemenang, orang tua juga akan mendampingi anak selama mengikuti rangkaian kegiatan sebagai “Kapolres Mimika Sehari”.
Untuk menentukan tiga pemenang, seluruh karya peserta akan dinilai oleh dua orang juri. Salah satunya adalah Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, sedangkan satu juri lainnya berasal dari kalangan penggiat media sosial.
“Jurinya yaitu Pak Kapolres sendiri dan satu orang penggiat media sosial,” ujar Hempy.
Lomba ini diharapkan tidak berhenti pada pengalaman mengenakan seragam polisi atau merasakan suasana kerja seorang Kapolres. Lebih dari itu, Polres Mimika ingin menanamkan keberanian kepada anak-anak untuk memiliki cita-cita, menyampaikan pendapat, serta belajar memahami arti kepemimpinan dan tanggung jawab.
Dengan konsep “Andai Sa Kapolres”, anak-anak Mimika kini punya kesempatan untuk tidak hanya bermimpi menjadi pemimpin, tetapi juga merasakan langsung bagaimana rasanya menjalankan peran tersebut, meski hanya selama satu hari.

























