TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Ratusan simpatisan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menggelar aksi penyampaian pendapat di halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Sabtu (15/8). Aksi tersebut mengangkat isu Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan.
Massa yang dipimpin Ketua KNPB Mimika Yanto Awerkion tiba di Kantor DPRK Mimika dan langsung menggelar aksi secara damai. Kegiatan diawali dengan ibadah, kemudian dilanjutkan penyampaian aspirasi terkait sejumlah persoalan di Papua, termasuk isu militerisme, kemanusiaan dan kondisi perekonomian.
Aksi kemudian diisi dengan orasi politik dari sejumlah kelompok, di antaranya Forum Independen Mahasiswa Papua (FIMP), Masyarakat Adat Independen Papua (MAIP) dan KNPB.
Di hadapan massa, Yanto menegaskan bahwa aksi tersebut digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat Papua. Ia juga mengajak seluruh peserta menjaga jalannya aksi agar tetap berlangsung tertib dan damai.
“Kami datang untuk melakukan aksi damai, orang Papua mencintai damai. Kita bantu aparat keamanan agar aksi ini berjalan dengan damai,” kata Yanto.
Dalam orasinya, Yanto menyoroti kondisi Papua yang menurutnya masih menghadapi berbagai persoalan sejak 1961 hingga saat ini. Ia menyebut isu militerisme dan kemanusiaan menjadi bagian yang ingin disuarakan melalui aksi tersebut.
“Sebagai orang punya tanah ini kami hadir untuk menyampaikan isi hati orang Papua. Karena hingga saat ini masyarakat Papua sedang tidak baik-baik saja, kita akan terus lawan ketidakadilan di atas tanah Papua,” ujarnya.
Aspirasi massa kemudian diterima langsung pimpinan DPRK Mimika. Hadir menemui peserta aksi Ketua DPRK Mimika Primus Natikaperayau, Wakil Ketua I Asri Akaz, Wakil Ketua III serta anggota DPRK Mimika Desi Putrika.
Setelah menerima pernyataan sikap, Ketua DPRK Mimika Primus Natikaperayau menyampaikan apresiasi karena massa dapat menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai.
“Terima kasih sudah datang ke rumah rakyat ini dengan baik. Kami terima aspirasi dan akan kami teruskan ke tingkat yang lebih tinggi. Kami jalankan sesuai dengan aturan. Kami tidak mau sia-siakan dan berdosa terhadap Tuhan dan tanah leluhur ini,” kata Primus.
Penyerahan pernyataan sikap tersebut menjadi bagian akhir dari rangkaian aksi. Setelah itu, massa membubarkan diri secara tertib.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di sekitar Kantor DPRK Mimika terpantau aman dan kondusif.























