TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Kampung Atuka ditetapkan sebagai kampung percontohan dalam upaya penanganan stunting di Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari kegiatan Peningkatan Efektivitas Pemerintahan di Tingkat Distrik dan Kampung yang digelar Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Distrik Mimika Tengah bersama TP PKK Distrik Mimika Tengah di Kantor Distrik Mimika Tengah, Senin (28/9/2026).
Kegiatan dibuka Kepala Distrik Mimika Tengah Florensius Gemma Kwalik, didampingi Ketua TP PKK Distrik Mimika Tengah There Ansanai dan Kepala Puskesmas Atuka Julia Tahitu sebagai narasumber.
Florensius mengatakan penetapan Atuka sebagai kampung percontohan diharapkan dapat menjadi model bagi kampung lain dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh tingkatan pemerintahan, mulai dari kampung hingga pemerintah pusat.
“Ini adalah agenda nasional sesuai dengan arahan Bapak Presiden. Penanganan stunting harus dimulai dari APBK Kampung, kemudian didukung melalui APBD kabupaten/kota, provinsi, hingga pemerintah pusat. Semua harus bergerak bersama,” ujar Florensius.
Ia menegaskan program tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan pembinaan yang berlangsung saat ini. Pemantauan dan pertemuan akan dilakukan secara berkelanjutan hingga Desember 2026.
Florensius juga meminta pemerintah kampung memastikan program PKK dan Posyandu masuk dalam perencanaan serta penganggaran kampung, termasuk dalam penyusunan RKPK dan RAPBK tahun berikutnya.
“Jangan sampai terlewatkan, karena ini merupakan hak sekaligus kewajiban kita demi kesehatan dan kesejahteraan keluarga di kampung,” katanya.
Selain perencanaan anggaran, ia menekankan pentingnya koordinasi antara kader Posyandu dengan Puskesmas dalam menentukan kebutuhan program. Kebutuhan tersebut mencakup aspek gizi, pangan, kesehatan hingga perlengkapan pendukung kegiatan.
Florensius meminta setiap program disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat sehingga pelaksanaannya tepat sasaran.
“Dalam menyusun kebutuhan, baik gizi, pangan, kesehatan maupun perlengkapan, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan Puskesmas atau Posyandu terdekat agar program yang dilaksanakan tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan kader PKK mengenai pentingnya identitas kelembagaan dalam setiap kegiatan resmi. Menurutnya, penggunaan seragam PKK merupakan bagian dari identitas organisasi sekaligus menunjukkan peran kader dalam pelayanan kepada masyarakat.
Menutup sambutannya, Florensius mengajak kader PKK dan Posyandu aktif mengikuti seluruh proses pembinaan dan tidak ragu bertanya untuk memastikan setiap peran dapat dijalankan dengan baik.
“Jangan malu untuk bertanya. Supaya kita memahami betul apa yang harus kita lakukan dan bagaimana peran kita sebagai ibu, sebagai mama di rumah maupun di tengah masyarakat,” pesannya.
Melalui penetapan Kampung Atuka sebagai percontohan, pemerintah distrik berharap penguatan peran PKK, Posyandu, pemerintah kampung dan Puskesmas dapat berjalan berkelanjutan untuk mendukung upaya pencegahan stunting di Mimika Tengah. (LE)




























