TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Baru sehari menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Mimika, Kompol Yocbeth Mince Mayor, SH, sudah menghadapi pencatutan identitas oleh pihak tak bertanggung jawab. Namanya dan foto profil yang mengatasnamakan dirinya digunakan untuk meminta pinjaman uang Rp 8 juta melalui WhatsApp.
Dugaan penipuan itu terungkap setelah salah satu pegawai BNN Kabupaten Mimika, Ruslan Ambuwas, menerima pesan dari akun WhatsApp yang menggunakan nama dan foto profil yang mengatasnamakan Yocbeth.
Saat ditemui wartawan di Hotel Grand Tembaga, Selasa (27/10/2026), Yocbeth mengaku terkejut setelah mendapat informasi dari bawahannya mengenai pencatutan identitas tersebut.
Ia kemudian memperlihatkan akun WhatsApp miliknya dan membandingkannya dengan akun yang digunakan untuk mengirim pesan permintaan pinjaman uang.
Yocbeth menegaskan, dirinya tidak pernah mengirim pesan ataupun meminta pinjaman uang sebagaimana yang beredar melalui aplikasi tersebut.
“Jadi, kalau ada lagi chat itu masuk ke orang-orang, saya tegaskan itu bukan saya. Langsung diblokir saja karena itu penipuan,” tegasnya.
Pegawai BNN Curiga karena Sedang Bersama
Ruslan Ambuwas mengatakan, dirinya langsung curiga ketika menerima pesan tersebut. Saat pesan masuk, ia sedang duduk berdampingan dengan Yocbeth Mince Mayor.
Untuk memastikan kebenarannya, Ruslan langsung menunjukkan pesan WhatsApp itu kepada Yocbeth. Setelah diperiksa, diketahui akun yang menghubunginya berbeda dengan akun WhatsApp asli Kepala BNN Mimika.
“Saya langsung kasih tunjuk chat WA itu ke Ibu, dan Ibu bilang itu bukan saya, karena profil WA beda dengan profil asli beliau di WA,” kata Ruslan.
Perbedaan profil tersebut menjadi salah satu petunjuk bahwa pesan permintaan pinjaman itu bukan berasal dari Yocbeth.
Masyarakat Diminta Waspada
Diketahui, Kompol Yocbeth Mince Mayor baru dilantik sebagai Kepala BNN Kabupaten Mimika pada Senin (26/10/2026) melalui pelantikan virtual dari pusat. Sehari kemudian, pencatutan identitasnya untuk meminta pinjaman uang diketahui.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan melalui aplikasi pesan singkat yang menggunakan nama dan foto profil pejabat maupun orang yang dikenal.
Masyarakat diimbau tidak langsung mempercayai pesan yang berisi permintaan uang, meskipun menggunakan identitas orang yang dikenal. Jika menerima pesan serupa, penerima sebaiknya melakukan konfirmasi melalui nomor telepon atau saluran komunikasi lain yang telah dipastikan kebenarannya.
Masyarakat juga diminta tidak mengirimkan uang sebelum memastikan identitas pengirim. Akun yang mencurigakan dapat diblokir dan dilaporkan melalui fitur pelaporan WhatsApp untuk mencegah potensi korban lainnya. (LE)




























