TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan keberadaan aparat keamanan di wilayah-wilayah rawan Papua dinilai penting untuk mencegah masuknya kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang disebut menyebarkan paham separatis sekaligus melakukan berbagai aksi kriminal.
Hal itu disampaikan Lucky Avianto saat memberikan keterangan kepada wartawan di Markas Kogabwilhan III, Timika, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, daerah yang tidak memiliki pos aparat keamanan berpotensi dikuasai oleh kelompok OPM. Kondisi tersebut, kata dia, dimanfaatkan untuk memengaruhi masyarakat melalui penyebaran paham separatis.
“Jika suatu wilayah tidak ada aparat keamanan, maka kelompok OPM yang akan masuk dan menguasai daerah tersebut. Mereka kemudian melakukan pembinaan kepada masyarakat dengan menyebarkan doktrin separatis. Itu yang harus dicegah,” ujarnya.
Lucky mengatakan hasil evaluasi TNI menunjukkan sejumlah aksi kekerasan yang terjadi di Papua, termasuk kasus pembunuhan dan tindak kriminal lainnya, banyak terjadi di wilayah yang minim kehadiran aparat keamanan.
Ia mencontohkan peristiwa pembunuhan terhadap seorang pilot serta berbagai aksi kekerasan lain yang menurutnya terjadi karena tidak adanya pos pengamanan di lokasi tersebut.
Berdasarkan hasil evaluasi itu, TNI berencana memperkuat kehadiran personel di sejumlah wilayah yang selama ini belum memiliki aparat keamanan. Langkah tersebut, kata Lucky, bertujuan menciptakan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas pelayanan publik dan perekonomian.
“TNI hadir untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, termasuk tenaga kesehatan dan para guru agar dapat menjalankan tugasnya dengan aman,” katanya.
Di sisi lain, Lucky menegaskan setiap operasi yang dilakukan prajurit TNI tetap mengedepankan prosedur dan tidak dilakukan secara sembarangan. Ia memastikan tindakan bersenjata hanya dilakukan apabila sasaran telah dipastikan sebagai kombatan.
“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Kami tidak akan melepaskan tembakan apabila belum yakin bahwa sasaran tersebut adalah kombatan,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Lucky juga mengajak anggota OPM yang masih berada di hutan untuk menghentikan perlawanan bersenjata dan kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, TNI membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin kembali menjalani kehidupan normal bersama masyarakat serta berpartisipasi membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera.























