TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggelar kegiatan Pelatihan Pustakawan Muda Tahun 2026, Senin (28/9/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan generasi muda dalam mengelola perpustakaan dan mengembangkan budaya literasi di tengah masyarakat.
Sambutan Bupati Mimika yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Fransiskus Bokeyau, menyampaikan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam pembangunan daerah, tidak hanya sebagai generasi penerus, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan pembangunan saat ini.
Menurutnya, pemerintah berkewajiban memberikan ruang, kesempatan, dan pembinaan agar generasi muda dapat berkembang menjadi pribadi yang berkarakter, berpengetahuan, terampil, kreatif, serta memiliki kemampuan kepemimpinan.
Ia mengatakan, budaya literasi perlu terus didorong di kalangan generasi muda dan masyarakat. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memperoleh, memahami, mengolah, serta menggunakan informasi secara baik dan bertanggung jawab.
“Pelatihan Pustakawan Muda dan Lapak Baca yang dilaksanakan pada hari ini merupakan kegiatan yang sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.
Ia berharap, melalui pelatihan tersebut, para peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola perpustakaan maupun lapak baca secara baik, menarik, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Selain itu, peserta diharapkan mampu menjadi penggerak budaya membaca dan belajar di lingkungan masing-masing. Lapak baca dapat menjadi ruang belajar yang mudah dijangkau masyarakat, khususnya anak-anak, untuk memperoleh pengetahuan, mengembangkan kreativitas, serta menumbuhkan kebiasaan membaca.
Bokeyau juga menekankan pentingnya koordinasi dan sinkronisasi antara pemerintah daerah, perangkat daerah, komunitas pemuda, komunitas literasi, lembaga pendidikan, dan berbagai pihak lainnya dalam mendukung pengembangan literasi.
Menurutnya, program kepemudaan dan literasi akan memberikan hasil yang lebih baik apabila dilaksanakan secara bersama-sama, terarah, dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini tidak boleh berhenti pada pelaksanaan pelatihan saja, tetapi harus dilanjutkan dengan kegiatan nyata di lapangan,” tegasnya.
Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan kesempatan untuk menambah pengetahuan, bertukar pengalaman, membangun jaringan, serta mengembangkan gagasan baru yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.
“Jangan hanya menjadi peserta pelatihan, tetapi jadilah pelopor dan penggerak literasi di Kabupaten Mimika,” pesannya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, fasilitator, serta Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mimika beserta panitia penyelenggara atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, berkomitmen mendukung pembangunan kepemudaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk melahirkan generasi muda yang berkarakter, berwawasan luas, memiliki kepedulian sosial, serta bersemangat membangun daerah.
Melalui pelatihan ini, diharapkan tumbuh semangat membaca, belajar, berkarya, dan berorganisasi di kalangan pemuda, sehingga ruang-ruang literasi sederhana seperti lapak baca dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan generasi muda Mimika yang berkualitas. (LE)

























