TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Mimika memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana melalui program Kampung Siaga Bencana. Salah satu upayanya diwujudkan melalui sosialisasi dan pelaksanaan Kampung Siaga Bencana Tahun Anggaran 2026 yang digelar Dinas Sosial Mimika di Aula Bobaigo, SP2 Timika, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan dibuka oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Drs. Ananias Faot, M.Si., yang mewakili Bupati Mimika. Sebanyak 75 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan mengikuti kegiatan tersebut.
Turut hadir Sekretaris Dinas Sosial Mimika, Emelia Catrece Samaran, serta narasumber dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Kementerian Sosial RI, Roberto D. Koibur, S.Sos.
Peserta terdiri atas kepala distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan unsur masyarakat lainnya. Keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan memperkuat kesiapsiagaan berbasis masyarakat, terutama di tingkat kampung.
Perkuat Kapasitas dan Koordinasi
Ketua Panitia Pelaksana, Yohanes Kum, S.Sos., M.H., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi kebencanaan.
Sosialisasi juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan dan pelayanan sosial, meningkatkan koordinasi antarinstansi, serta mendorong pembentukan Kampung Siaga Bencana sesuai kebutuhan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini diharapkan partisipasi masyarakat dalam upaya pengurangan risiko dan penanganan bencana semakin meningkat, sehingga masyarakat memiliki kesiapan ketika menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.
Dalam sambutan Bupati Mimika yang dibacakan Ananias Faot, pemerintah daerah menegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat tangguh bencana.
Penanggulangan bencana, menurutnya, tidak cukup dilakukan setelah bencana terjadi. Upaya tersebut harus mencakup pencegahan, mitigasi, peningkatan kesiapsiagaan, penanganan darurat, hingga pemulihan pascabencana.
“Bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Penanggulangan bencana tidak boleh hanya dilakukan setelah bencana terjadi, tetapi harus dimulai melalui langkah pencegahan, kesiapsiagaan, dan mitigasi,” tegasnya.
Kelompok Rentan Jadi Perhatian
Pemkab Mimika berharap Kampung Siaga Bencana dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap potensi risiko di lingkungan masing-masing sekaligus mendorong kemampuan mengambil langkah cepat dan tepat saat kondisi darurat.
Masyarakat juga diharapkan membangun budaya saling membantu dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah serta pihak terkait agar penanganan bencana berjalan lebih efektif.
Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, dan perempuan, mulai dari upaya pencegahan dan evakuasi hingga penyelamatan serta pemulihan pascabencana.
Melalui program ini, Pemkab Mimika mendorong masyarakat tidak hanya siap menghadapi bencana, tetapi juga aktif mengurangi risiko dan membangun ketangguhan di lingkungan masing-masing. (LE)






















