TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Langkah menyegarkan diambil oleh Pemerintah Kelurahan Otomona, Distrik Mimika Baru. Sebanyak 6 dari 9 Rukun Tetangga (RT) di wilayah tersebut resmi berganti kepemimpinan. Menariknya, dalam pemilihan kali ini, pihak kelurahan menerapkan aturan ketat terkait latar belakang pekerjaan para calon pemimpin lingkungan tersebut.
Kepala Kelurahan Otomona, Farida, SE, menegaskan bahwa pihaknya menutup pintu bagi warga yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun karyawan swasta/perusahaan—termasuk PT Freeport Indonesia—untuk menjabat sebagai ketua RT.
Aturan ini sengaja diterapkan agar pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan lebih fokus dan maksimal tanpa terbagi dengan kesibukan kerja.
“Kami memilih ketua RT yang belum memiliki pekerjaan tetap. Jadi untuk ASN dan pekerja seperti karyawan Freeport, memang tidak kami masukkan untuk menjabat sebagai ketua RT,” ujar Farida saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/6/2026).
Syarat Minimal Lulusan SMA
Selain wajib bebas dari ikatan kerja dinas maupun korporasi, Kelurahan Otomona juga menaikkan standar kompetensi administrasi. Syarat minimal pendidikan bagi calon ketua RT yang maju bertarung kini ditetapkan minimal lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.
Melalui mekanisme pemilihan langsung oleh warga, berikut adalah peta perubahan struktur RT di Kelurahan Otomona saat ini:
-
6 RT: Dijabat oleh wajah baru (melalui pemilihan langsung).
-
3 RT: Tetap dipertahankan dan dijabat oleh ketua lama.
-
Total Keseluruhan: Tetap 9 RT (tidak ada pemekaran wilayah).
SK Masih Proses, RT Lama Diminta Tetap Siaga
Meskipun 6 ketua RT baru sudah terpilih, mereka belum bisa langsung bertugas secara resmi. Farida menjelaskan bahwa saat ini proses penerbitan Surat Keputusan (SK) dari pihak kelurahan masih terus berjalan.
Untuk mengantisipasi kekosongan pelayanan di masyarakat, para ketua RT lama diminta untuk tetap membantu roda administrasi lingkungan untuk sementara waktu.
“Jadi selama ini RT lama yang masih mem-back up semua pekerjaan untuk bantu-bantu sampai selesai pemilihan ketua RT baru. Memang ada sebagian yang bantu, tapi ada juga yang SK-nya dari Kelurahan, sementara berita acaranya diketahui dari Distrik,” pungkas Farida. (LE)
























