TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Sekelompok warga dari massa dari Yayasan Taurek Natkime memblokade akses masuk Kuala Kencana Kamis (4/5/2026) pagi.
Akibatnya warga, karyawan dan siswa sekolah tidak bisa masuk ataupun keluar dari Kuala Kencana untuk beraktifitas.
Anak sekolah dan karyawan yang menggunakann kendaraan tidak dapat masuk dan menyebabkan kemacetan panjang. Untuk menghindari kepadatan dan kemacetan lebih panjang lagi pihak security dan aparat Kepolisian menyarankan para karyawan melewati akses jalan masuk lain yang ada. Sementara untuk sepeda motor anak sekolah diarahkan parkir di halaman Polsek Kuala Kencana.
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario menjelaskan, masyarakat yang melakukan aksi pemalangan ini menuntut pengelolaan besi tua.
“Jadi terkait dengan besi tua, mereka tuntut pengelolaannya,” kata Kapolres.
Menurut Kapolres, masyarakat yang melakukan aksi ini menuntut pengembalian hak pengelolaan besi tua yang selama ini diabaikan oleh perusahaan. Selain itu masyarakat juga meminta penghentian total kegiatan pihak ketiga yang saat ini mengelola besi tua.
“Jadi, maksudnya itu adalah tuntutan pengembalian hak yang selama ini diabaikan, serta penghentian total seluruh kegiatan pihak ketiga tersebut,” tuturnya.


























