TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Kreativitas anak muda di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mulai berkembang menjadi produk usaha lokal. Salah satunya BeLL & Shine, produk pengusir nyamuk alami yang dikembangkan Simon Haluk dengan mengusung aroma khas Papua.
Produk perdana BeLL & Shine diperkenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan Launching dan Bazar UMKM di Eme Neme Yauware, baru-baru ini.
Simon mengatakan, kegiatan yang memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memamerkan produk merupakan langkah positif dalam mendorong kreativitas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.
“Menurut saya sebenarnya kegiatan ini positif. Selain positif, ini juga membantu masyarakat lokal dalam hal UMKM. Karena yang kita ketahui sendiri, UMKM itu adalah landasan utama di suatu daerah,” ujar Simon saat ditemui di stan usahanya.
Ia mengapresiasi Dinas Koperasi dan UMKM serta Pemerintah Kabupaten Mimika yang telah memberikan kesempatan kepada pelaku usaha muda untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.
Menurut Simon, anak muda memiliki potensi dan kreativitas yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan dan ruang untuk tumbuh.
“Karena pada dasarnya anak muda seperti kami ini hanya butuh wadah, butuh wadah untuk menyalurkan bakat dan potensi kita,” katanya.
Terinspirasi dari Potensi Alam Papua
Simon menjelaskan, BeLL & Shine merupakan produk pertamanya yang diperkenalkan kepada masyarakat. Produk tersebut hadir dalam dua varian aroma, yakni Citronella dan Lavender.
“Produk yang saya bawa hari ini merupakan produk perdana, pertama juga yang saya bawa. Ini BeLL & Shine, pengusir nyamuk alami. Variannya ada dua, yang pertama Citronella dan yang kedua Lavender,” jelasnya.
Gagasan mengembangkan varian Citronella, kata Simon, terinspirasi dari serai yang mudah ditemukan dan telah lama dimanfaatkan masyarakat Papua.
Ia melihat bahan alami tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah ekonomi, bukan sekadar digunakan dalam kebutuhan sehari-hari.
“Kenapa saya buat produk ini? Saya terinspirasi dari masyarakat Papua, karena banyak yang memiliki atau menggunakan serai, tetapi belum banyak yang mengembangkannya menjadi produk seperti ini,” ungkapnya.
Selain terinspirasi dari potensi bahan alami, kondisi lingkungan Timika yang identik dengan keberadaan nyamuk juga menjadi salah satu latar belakang pengembangan produk tersebut.
Simon mengaku pernah mendengar atau mengalami situasi ketika obat malaria di Timika mengalami keterbatasan. Pengalaman itu turut mendorongnya mencari alternatif melalui pengembangan produk pengusir nyamuk berbahan alami.
“Timika ini pernah kehabisan obat malaria, entah tahun berapa saya lupa. Tapi itu menjadi salah satu motivasi saya untuk membuat ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengembangan BeLL & Shine tidak dilakukan secara instan. Sebelum diperkenalkan kepada masyarakat, produk tersebut melalui sejumlah proses, percobaan, dan kajian.
Mengusung Identitas Papua
BeLL & Shine diperkenalkan dengan konsep “Pengusir Nyamuk Alami Papua” dan pesan promosi “Aroma alami, perlindungan maksimal untuk keluarga Anda”.
Produk itu juga mengusung tagline “Wangi Alami, Perlindungan Nyata”. Salah satu varian yang dipamerkan adalah BeLL & Shine Citronella dalam kemasan 50 mililiter berlabel Eau de Parfum.
Melalui produk tersebut, Simon berupaya memadukan pemanfaatan bahan alami dengan pengembangan usaha yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membawa identitas Papua.
Ia berharap BeLL & Shine dapat terus dikembangkan sehingga tidak berhenti sebagai produk perdana, tetapi mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Ini masih produk pertama saya. Mudah-mudahan ke depan bisa terus dikembangkan dan semakin dikenal masyarakat,” katanya.
Simon juga berharap Pemerintah Kabupaten Mimika terus membuka kesempatan bagi anak muda untuk menampilkan kreativitas dan memperkenalkan hasil usaha mereka melalui berbagai kegiatan UMKM.
Menurutnya, ruang promosi seperti bazar menjadi salah satu langkah penting bagi pelaku usaha pemula untuk memperkenalkan produk, membangun kepercayaan masyarakat, dan mengembangkan usaha secara bertahap.
“Anak muda seperti kami hanya butuh wadah untuk menyalurkan bakat dan potensi yang kami punya,” pungkasnya. (LE)























