TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mencatat 199 temuan HIV dan AIDS selama Januari hingga Juni 2026. Sebanyak 134 pasien atau sekitar 67 persen dari total temuan berada pada kelompok usia 15–34 tahun.
Data tersebut disampaikan Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Mimika, Kamaluddin, saat ditemui awak media di kantornya, Senin (28/9/2026).
Kamaluddin mengatakan, dari target pemeriksaan HIV sebanyak 39.944 orang, Dinkes Mimika telah memeriksa 33.431 orang hingga Juni 2026.
Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan 96 pasien HIV dan 103 pasien AIDS.
“Hingga Juni, Mimika sudah melakukan tes sebanyak 33.431. Kemudian didapatkan pasien HIV sebanyak 96 dan AIDS sebanyak 103. Jadi total temuan tahun 2026, Januari sampai Juni, sebanyak 199,” jelasnya.
Berdasarkan jenis kelamin, temuan tersebut terdiri atas 109 laki-laki dan 90 perempuan.
Kamaluddin menyebut sebagian besar penularan berkaitan dengan hubungan seksual berisiko. Risiko tersebut, menurut dia, tidak hanya melibatkan pekerja seks, tetapi juga pelanggan maupun pasangan pelanggan.
“Sebagian besar dari hubungan seksual yang berisiko,” ujarnya.
Pemeriksaan HIV Diperluas
Dinkes Mimika terus memperluas pemeriksaan HIV, termasuk kepada masyarakat umum. Selain tes, upaya pencegahan dilakukan melalui sosialisasi, promosi kesehatan, dan edukasi mengenai cara mengurangi risiko penularan.
“Kalau sekarang kita banyak melakukan pemeriksaan, termasuk pada populasi umum. Target kita 39 ribu sekian dan sampai Juni sudah 33 ribu lebih, jadi kita gencar melakukan tes,” katanya.
Dinkes juga menyediakan kondom dan memberikan informasi mengenai PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis), yakni obat pencegahan HIV bagi orang yang memiliki risiko tertentu.
Pemeriksaan rutin dilakukan melalui puskesmas, termasuk menjangkau lokasi seperti lokalisasi dan bar untuk pelayanan tes serta sosialisasi.
“Pemeriksaan ini dilakukan oleh puskesmas. Misalnya di lokalisasi, itu rutin dilakukan. Kemudian di bar dan tempat lainnya juga kami jangkau untuk sosialisasi dan pemeriksaan,” jelasnya.
Ada Temuan pada Usia 13–14 Tahun
Kamaluddin turut mengungkapkan adanya temuan HIV dan AIDS pada kelompok usia sekitar 13–14 tahun. Namun, ia belum dapat menjelaskan jumlah, pekerjaan, maupun faktor risiko pasien tersebut karena data rinci berada pada tim program HIV.
“Untuk rincinya saya belum dapat datanya. Terkait pekerjaannya saya belum bisa jawab karena saya tidak mendapatkan rincian dari teman-teman program HIV. Nanti saya tanyakan dulu,” pungkasnya.
Dinkes Mimika masih perlu mengonfirmasi data lebih terperinci mengenai temuan pada kelompok usia tersebut.
Catatan redaksi: Angka 134 dari 199 temuan setara sekitar 67,3 persen. Untuk menjaga akurasi pemberitaan kesehatan, istilah temuan digunakan sesuai data yang disampaikan narasumber, tanpa menyamakan seluruh temuan dengan kasus baru atau angka prevalensi. (LE)

























