TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Mimika mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan. Seluruh proses pembayaran tahun anggaran 2026 ditargetkan sudah dikunci pada 20 Desember 2026.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika, Septinus Timang, mengatakan batas waktu tersebut harus menjadi perhatian setiap OPD agar pekerjaan tidak menumpuk di penghujung tahun.
“Yang dikunci itu 20 Desember untuk semua jenis pembayaran,” kata Septinus kepada wartawan baru-baru ini.
Ia menegaskan pembayaran pekerjaan tidak otomatis dilakukan penuh jika kegiatan belum selesai. Nilai pembayaran akan disesuaikan dengan progres pekerjaan yang telah dilaksanakan.
“Kalau pekerjaan hanya selesai 50 persen, ya kita bayar sesuai dengan progres. Progres yang ada,” ujarnya.
Karena itu, Septinus meminta kepala OPD memastikan seluruh program berjalan sesuai jadwal. Keterlambatan pelaksanaan kegiatan, menurut dia, berpotensi mempengaruhi proses pembayaran dan pencapaian target pembangunan.
Kepala OPD Diminta Berani Pasang Target
Septinus mengatakan persoalan keterlambatan program perlu menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan anggaran berikutnya. Pemerintah daerah akan meminta setiap kepala OPD memiliki komitmen dan target yang jelas sejak awal pelaksanaan program.
Hal tersebut akan menjadi bagian dari pembahasan APBD Induk 2027. Masing-masing kepala OPD nantinya diminta menjelaskan target pelaksanaan program dan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya.
“Kita meminta mereka punya komitmen. Kalian bisa selesaikan atau tidak. Jangan sampai anggarannya besar, tetapi pelaksanaannya tidak maksimal,” katanya.
Menurut Septinus, besarnya anggaran daerah harus diikuti kemampuan OPD dalam menerjemahkannya menjadi program yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat.
Ia mengingatkan OPD agar tidak menjadikan besarnya anggaran sekadar persoalan penyerapan, melainkan memastikan setiap rupiah digunakan sesuai kebutuhan pembangunan.
“Di daerah lain bingung karena tidak ada uang. Di sini jangan sampai kita bingung bagaimana menghabiskannya. Bukan menghabiskan anggaran, tetapi bagaimana uang yang ada itu bisa digunakan untuk program yang tepat dan memberikan manfaat,” ujarnya. (LE)

























