TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Mimika mulai menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Dokumen tersebut akan menjadi pijakan tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Mimika 2025–2029.
Penyusunan RKPD 2027 diawali melalui Kick Off Meeting di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika, Senin, 26 Januari 2026. Penjabat Sekretaris Daerah Mimika Abraham Kateyau membuka kegiatan itu mewakili Bupati Mimika Johannes Rettob.
Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau, Kepala Bappeda Mimika Yohana Paliling, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah turut menghadiri pertemuan tersebut.
Dalam sambutan yang dibacakan Abraham, Bupati Johannes menyebut penyusunan RKPD sebagai tahap strategis untuk menyatukan arah pembangunan antarwilayah, perangkat daerah, dan pemangku kepentingan.
Namun, tantangan pemerintah daerah bukan hanya menyusun dokumen perencanaan, melainkan memastikan program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan menghasilkan perubahan yang terukur.
“Forum ini menjadi momentum penting untuk membangun keterpaduan dan sinergi antarwilayah, antarperangkat daerah, serta seluruh pemangku kepentingan pembangunan,” kata Abraham membacakan sambutan Bupati.
RKPD 2027 merupakan penjabaran tahunan RPJMD Mimika 2025–2029. Pemerintah daerah menargetkan penyusunannya dilakukan secara partisipatif, transparan, dan berbasis data.
Bupati menekankan pentingnya peran Bappeda dalam mengoordinasikan proses perencanaan. Lembaga itu diminta memastikan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dapat diselaraskan dengan kebutuhan riil masyarakat Mimika.
Pemerintah Kabupaten Mimika menetapkan tema pembangunan 2027, yakni “Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kearifan Lokal, Pemberdayaan UMKM dan Koperasi, serta Percepatan Digitalisasi Layanan Publik.”
Tema tersebut menempatkan ekonomi masyarakat, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, serta digitalisasi pelayanan publik sebagai fokus pembangunan. Pemerintah daerah kini dituntut menerjemahkan arah tersebut ke dalam program yang memiliki sasaran, indikator, dan ukuran keberhasilan yang jelas.
Dalam dokumen perencanaan, pemerintah daerah telah merumuskan 12 isu strategis. Isu tersebut mencakup pengembangan infrastruktur pendidikan, peningkatan derajat kesehatan masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, peningkatan kualitas infrastruktur, kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan perempuan, serta peningkatan kualitas aparatur sipil negara.
Selain itu, pemerintah memasukkan penanggulangan konflik sosial, pengembangan pariwisata, penguatan teknologi dan smart city, penyediaan perumahan layak, penguatan ketahanan sosial, serta ketahanan pangan sebagai agenda pembangunan.
Bupati juga meminta penyusunan RKPD 2027 mengintegrasikan indikator utama pembangunan yang menjadi arahan pemerintah pusat dan delapan misi Asta Cita Presiden dalam RPJMN 2025–2029. Arah tersebut akan diselaraskan dengan target RPJMD Mimika 2025–2029.
Setelah Kick Off Meeting, proses penyusunan RKPD akan dilanjutkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang tingkat kampung dan kelurahan, distrik, forum organisasi perangkat daerah, hingga Musrenbang tingkat kabupaten.
“Dengan memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Kick Off Meeting RKPD Kabupaten Mimika Tahun 2027 secara resmi saya nyatakan dibuka,” kata Abraham membacakan penutup sambutan Bupati. (LE)




























