MIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Mimika menghadirkan pelayanan terpadu bagi masyarakat Kampung Mioko, Distrik Mimika Tengah.
elain pelayanan kesehatan dan administrasi kependudukan, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyaluran bantuan cadangan pangan kepada warga.
Bantuan disalurkan melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika dalam rangkaian Pelayanan Terpadu (Paten) Atuka. Sebanyak 183 paket beras diberikan kepada masyarakat Kampung Mioko yang telah ditetapkan berdasarkan data by name by address.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, I Nyoman Dwitana, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap kebutuhan pangan masyarakat, khususnya di wilayah kampung dan pesisir.
“Bantuan ini memang tidak dimaksudkan untuk memenuhi seluruh kebutuhan pangan masyarakat. Namun, kami berharap beras yang disalurkan dapat membantu dan menjadi tambahan bagi kebutuhan pangan keluarga sehari-hari,” kata Nyoman.
Menurut dia, masyarakat di wilayah Atuka hingga Mioko memiliki potensi pangan lokal yang cukup besar dan selama ini menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Salah satunya adalah sagu.
Karena itu, bantuan beras tersebut diharapkan dapat menjadi pelengkap sumber pangan masyarakat sekaligus memberikan alternatif dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
Nyoman juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan dan kebun untuk menanam sayuran serta berbagai tanaman pangan. Pemanfaatan lahan secara produktif dinilai dapat membantu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Kepala Distrik Mimika Tengah beserta jajaran yang telah mendukung pelaksanaan pelayanan terpadu tersebut.
“Kolaborasi lintas sektor seperti ini perlu terus ditingkatkan agar program pemerintah yang hadir langsung di kampung benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Kios Pangan Buka Peluang Pasar bagi Nelayan
Sementara itu, Kepala Bidang Distribusi Pangan dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, Maria Kristina Yubelina Timang, mengatakan pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan masyarakat Kampung Mioko, terutama kelompok nelayan, melalui program Kios Pangan.
Melalui skema tersebut, hasil tangkapan nelayan diharapkan dapat dipasarkan melalui Kios Pangan sehingga masyarakat memiliki akses pasar yang lebih jelas.
“Harapan kami, ke depan pemerintah tidak hanya hadir memberikan bantuan, tetapi juga dapat membeli hasil bumi dan hasil laut masyarakat. Dengan begitu, kehadiran pemerintah dapat sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat Kampung Mioko,” ujar Maria.
Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya membantu pemasaran hasil tangkapan nelayan, tetapi juga mendukung ketersediaan pangan di kampung dengan harga yang lebih terjangkau.
Kehadiran tim Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dalam kegiatan pelayanan terpadu itu diharapkan menjadi momentum awal untuk membangun kolaborasi lintas sektor yang lebih luas.
Dengan demikian, pelayanan pemerintah di Kampung Mioko tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga diarahkan untuk membuka akses pasar, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (LE)



























