TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Sebanyak 20 mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi (STT) Spirit Tondano Cabang Timika resmi menyandang gelar sarjana, magister, hingga doktor dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan ke-13. Acara digelar di Ballroom Grand Tembaga Hotel, Jumat (8/5/2026).
Wisuda angkatan ke-13 ini menjadi bukti bahwa pendidikan teologi di Timika terus tumbuh dan berkontribusi nyata bagi pembangunan spiritual serta sosial kemasyarakatan di Bumi Cenderawasih.
Rincian wisudawan terdiri atas 6 lulusan Sarjana Teologi (S.Th), 12 lulusan Magister Teologi (M.Th), dan 2 lulusan doktor. Wisuda ini merupakan angkatan ke-13 dari pusat STT Spirit Tondano sekaligus angkatan ke-5 untuk cabang Timika.
Rektor STT Spirit Tondano, Pdt. Frangky Rawung, menyampaikan harapan besar agar Timika ke depan bisa berkembang menjadi pusat kampus STT Spirit. Menurutnya, dalam lima angkatan terakhir, kampus ini telah banyak membantu putra daerah dan hamba Tuhan di Tanah Papua mengakses pendidikan tinggi teologi.
“Kami berharap kampus STT Spirit ke depan bisa dibangun di Timika. Ini pelayanan Tuhan, dan kami ingin terus membantu masyarakat melalui pendidikan,” ujar Frangky usai wisuda.
Mewakili Bupati Mimika, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Mimika, Fransiskus Bogeyau, mengapresiasi para wisudawan yang dinilai menunjukkan kerja keras, ketekunan, dan pengorbanan selama masa studi. Ia menegaskan STT Spirit Cabang Timika memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia di Mimika dan Papua pada umumnya.
“Lembaga pendidikan tinggi memiliki peran strategis sebagai mesin penggerak perubahan. Di sinilah nilai-nilai moral, spiritual, dan intelektual dibentuk untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas tinggi,” ucap Fransiskus.
Salah satu momen istimewa dalam wisuda kali ini adalah pemberian penghargaan kepada mahasiswa dengan tesis terbaik. Sebagian besar tesis yang mendapat apresiasi mengangkat tema pelayanan misi dan penginjilan di Tanah Papua.
Hal tersebut sejalan dengan visi STT Spirit dalam menjalankan Amanat Agung. Ia juga mengajak seluruh lulusan untuk terus berkarya dan melayani masyarakat di berbagai bidang kehidupan, tidak hanya di lingkup gereja.
“Tugas penginjilan bukan hanya tugas pendeta, tetapi tugas kita semua. Oleh karena itu, mari berkarya dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” pungkasnya. (LE)
























