TIMIKA, CARTENZNEWS.com — Kelangkaan gas elpiji yang terjadi di Timika disebut dipicu keterlambatan pengiriman kapal serta keterbatasan pasokan dari daerah asal.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani, mengatakan kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Timika, tetapi juga di sejumlah wilayah lain di Indonesia.
“Kelangkaan ini terjadi secara nasional. Banyak daerah mengalami kekurangan pasokan,” kata Sabelina saat ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan, pasokan elpiji ke Timika berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Namun, distribusi ke Papua bergantung pada ketersediaan stok di wilayah tersebut.
“Elpiji untuk Timika disuplai dari Makassar. Mereka memprioritaskan kebutuhan di Sulawesi, sehingga pengiriman ke Timika dilakukan jika ada kelebihan stok,” ujarnya.
Sabelina menyebutkan, pada 13 dan 14 April 2026 dijadwalkan masuk sekitar 4.000 tabung elpiji ke Timika. Ia memperkirakan jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir April.
Meski demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau penimbunan.
“Kami berharap masyarakat membeli sesuai kebutuhan dan tidak menyimpan stok dalam jumlah besar,” katanya.
Selain itu, Disperindag juga mendorong pelaku usaha, khususnya rumah makan, untuk menggunakan tabung gas berukuran 50 kilogram guna mengurangi penggunaan tabung subsidi yang diperuntukkan bagi rumah tangga.
“Kami akan menyurati rumah makan agar menggunakan tabung 50 kilogram, sehingga tabung kecil tetap tersedia bagi masyarakat,” ujarnya.
Terkait harga, Sabelina memastikan harga elpiji di tingkat agen masih stabil. Ia mengingatkan pengecer agar tidak menaikkan harga secara sepihak.
“Di agen harganya masih tetap. Jadi pengecer juga diharapkan tidak menaikkan harga,” katanya.
Sabelina menambahkan, pasokan elpiji juga dijadwalkan kembali masuk ke Timika pada 25 April 2026. Ia optimistis kebutuhan masyarakat hingga akhir bulan dapat terpenuhi, meski ke depan diperlukan solusi jangka panjang untuk menjamin kelancaran distribusi. (LE)

























