TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Suasana apel pagi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika, Senin (13/4/2026), berubah menjadi momen evaluasi tegas terkait aset daerah. Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, mengungkapkan kegelisahannya atas masih adanya pejabat lama yang belum menyerahkan fasilitas kendaraan dinas kepada pejabat yang baru dilantik.
“Informasi yang saya terima, masih ada yang belum menyerahkan. Padahal, sejak pelantikan lalu sudah kami ingatkan,” keluh Wakil Bupati di hadapan para aparatur sipil.
Ia menjelaskan bahwa kendaraan roda empat menjadi komoditas krusial yang saat ini mengalami kebuntuan administratif. Pejabat baru yang sudah dilantik justru kebingungan karena tidak mendapat unit, sementara pejabat lama masih menguasai kendaraan yang seharusnya sudah beralih kepemilikan tugas.
Masalah ini, kata Wabup, diperparah dengan sistem pergantian yang kurang sinkron. “Setelah dilantik, ada staf yang langsung menunjukkan kesulitan kendaraan. Pejabat baru pindah, tapi kendaraan tidak ikut pindah. Ini masalah,” ujarnya.
Wakil Bupati menegaskan bahwa aset kabupaten, terutama kendaraan, harus menjadi prioritas dalam setiap mutasi jabatan. Ia berencana melakukan pengecekan ulang menyeluruh pada minggu depan. Sanksi administratif memang disiapkan sebagai opsi terakhir, namun ia lebih mengedepankan pendekatan kesadaran kolektif.
“Kita semua bekerja untuk pemerintahan dan rakyat. Tinggalkan kendaraan dinas di tempat tugas, bawa hanya barang pribadi. Kami sudah membangun kesadaran individu sejak pelantikan,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Wabup menyampaikan apresiasi kepada pejabat yang telah sukarela menyerahkan kendaraan, bahkan sebelum masa jabatan mereka resmi berakhir. Ke depan, Pemkab Mimika akan mengkaji solusi tambahan, seperti mereparasi mobil lama atau mengontrak unit baru, agar roda pemerintahan tetap berjalan tanpa hambatan. (LE)




























