Hal tersebut disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Herry Onawame, saat menghadiri seminar akhir kajian di Aula Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika lantai III, Kamis (15/10/2026).
Herry mengatakan, hasil kajian harus menjadi dasar pemerintah daerah dalam menentukan program pertanian dan perikanan sesuai potensi wilayah serta kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pengembangan sektor tersebut penting untuk memperkuat ketahanan pangan, membuka peluang usaha, dan meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama keluarga di kampung-kampung.
Namun, pengembangan komoditas unggulan tidak cukup hanya meningkatkan produksi. Pemerintah juga perlu memperhatikan ketersediaan bibit, sarana produksi, akses transportasi, serta pemasaran hasil panen.
Ia menegaskan, setiap distrik memiliki karakteristik berbeda. Karena itu, penentuan komoditas harus mempertimbangkan kesesuaian lahan, ketersediaan air, kondisi lingkungan, pengalaman masyarakat, dan peluang pasar.
Herry juga berharap hasil kajian dibahas bersama pemerintah distrik, pemerintah kampung, penyuluh, petani, dan pemangku kepentingan lainnya agar rekomendasi yang disusun sesuai dengan kondisi lapangan.
Ia menekankan empat hal penting dalam pengembangan komoditas unggulan. Pertama, penentuan komoditas harus didukung data dan perhitungan kelayakan usaha, termasuk biaya produksi, potensi hasil, risiko, serta peluang pasar.
Kedua, petani dan masyarakat setempat harus menjadi pelaku utama. Karena itu, pelatihan dan pendampingan perlu dilakukan secara berkelanjutan, dengan perhatian kepada petani orang asli Papua (OAP), perempuan, dan generasi muda.
Ketiga, peningkatan produksi harus disertai penguatan pemasaran. Penanganan pascapanen, pengolahan, dan penyimpanan perlu diperhatikan agar hasil pertanian dan perikanan memiliki nilai tambah serta memberikan keuntungan bagi masyarakat.
Keempat, hasil kajian harus diterjemahkan menjadi rencana kerja yang terukur dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Herry meminta perangkat daerah terkait menyusun rencana tindak lanjut yang memuat lokasi prioritas, sasaran, tahapan kegiatan, kebutuhan anggaran, penanggung jawab, dan indikator keberhasilan.
Pelaksanaan program, kata dia, dapat dimulai melalui proyek percontohan di lokasi yang paling siap. Hasilnya kemudian dievaluasi sebagai dasar pengembangan pada tahap berikutnya.
Ia berharap dukungan tenaga ahli serta keterlibatan pemerintah distrik dan kampung terus diperkuat, mulai dari perencanaan hingga pemantauan program.
Dengan tindak lanjut yang tepat, hasil kajian tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi menjadi dasar program pembangunan yang mampu mengembangkan potensi pertanian dan perikanan, memperkuat ekonomi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Mimika Timur, Mimika Barat, dan Agimuga. (LE)
























