JAKARTA, CARTENZNEWS.COM — Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stefanus Gusma dan Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat Sinurat, Minggu (12/4) melaporkan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Muhammadt Jusuf Kalla (JK) ke Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya.
Jusuf Kalla dilaporkan Stefanus Gusma dan Sahat Sinurat terkait pandangan umat beragama Kalla dalam konteks konflik dan konsep syahid. Pemuda Katolik juga menyayangkan dan mengkritik pernyataan Kalla yang dinilai keliru secara teologis sekaligus berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik.
“Dalam ajaran Kristiani, kami tidak mengenal mati syahid dengan membunuh. Sejak awal, iman kami menekankan kasih, pengorbanan, dan kesediaan menderita tanpa membalas kekerasan,” ujar Gusma di PoldaMetro Jaya, Minggu (12/4).
Gusma merujuk pada Injil Matius 5:44, ‘Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu’ sebagai dasar utama etika Kristiani dalam menghadapi konflik.
Dalam tradisi Gereja, lanjut Gusma, para martir Gereja adalah mereka yang setia pada iman hingga menderita atau wafat, bukan pelaku kekerasan.
“Ajaran Kristiani mengajarkan mencintai tidak saja sesama manusia sebagai citra Allah tetapi seluruh makhluk hidup karena Allah yang adalah kasih, menciptakan semuanya, bahwa hukum kasih itu universal,” kata Gusma.
Gusma juga menekankan bahwa sebagai tokoh nasional, pernyataan publik seharusnya disampaikan secara hati-hati dan berbasis pemahaman utuh, mengingat dampak sosial-politiknya di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
“Narasi yang keliru dan menggeneralisasi ajaran agama berisiko merusak semangat persatuan dan toleransi, bahkan membuka ruang potensi adu domba di tengah masyarakat,” ujar Gusma.
Sebagai langkah konkret, Pemuda Katolik dan GAMKI melaporkan isi video ceramah tersebut ke Polda Metro Jaya agar segera ditangani secara hukum, sehingga tidak semakin memperkeruh situasi dan mencegah berkembangnya kesalahpahaman yang lebih luas.
Gusma menambahkan, momentum Paskah 2026 yang baru saja dirayakan umat Kristiani menjadi pengingat bahwa inti iman adalah kasih dan pengorbanan, sebagaimana Yesus Kristus yang rela wafat di salib demi keselamatan manusia.
Pemuda Katolik mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga ruang publik yang sehat, memperkuat literasi kebangsaan, serta terus merawat persatuan dalam keberagaman. (*)




























