TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Upaya penyelesaian secara kekeluargaan dilakukan pasca kasus penikaman yang menewaskan Waweyauta (22), warga Distrik Mimika Timur, di kawasan Pelabuhan Pomako. Dalam pertemuan yang difasilitasi kepolisian, keluarga pelaku menyepakati pemberian santunan duka sebesar Rp200 juta kepada keluarga korban.
Pertemuan berlangsung di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Sabtu (18/7/2026), dan dimediasi Kapolsek Mimika Timur Iptu Alex Soumilena bersama Kapolsek Kawasan Pelabuhan Pomako Iptu Fritz Nanlohi. Hadir pula Wakapolres Mimika Kompol Junan Pilitomo serta perwakilan dari kedua keluarga.
Iptu Alex Soumilena menjelaskan, keluarga korban pada awalnya mengajukan permintaan santunan sebesar Rp300 juta. Namun setelah dilakukan musyawarah, keluarga pelaku menyampaikan hanya mampu menyediakan Rp200 juta sehingga nominal tersebut akhirnya disepakati kedua belah pihak.
Ia mengatakan, pembayaran santunan akan diawali dengan penyerahan uang muka dalam waktu tiga hari ke depan di Polsek Mimika Timur. Dana awal tersebut akan digunakan untuk membantu pelaksanaan ibadah tujuh malam bagi almarhum.
“Kesepakatannya santunan sebesar Rp200 juta. Dalam tiga hari ke depan keluarga pelaku akan menyerahkan uang muka untuk membantu kebutuhan ibadah tujuh malam korban. Kami juga berharap kesepakatan ini dapat membuka jalan bagi penyelesaian persoalan, termasuk pembukaan palang yang masih terpasang di rumah duka,” ujar Alex.
Meski telah tercapai kesepakatan pemberian santunan, Alex menegaskan proses pidana terhadap pelaku tidak dihentikan. Menurutnya, bantuan tersebut hanya menjadi bagian dari pertimbangan yang akan dilampirkan dalam berkas perkara.
“Proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan. Kesepakatan ini akan kami masukkan dalam berita acara dan diserahkan kepada penyidik sebagai salah satu hal yang dapat menjadi pertimbangan yang meringankan di persidangan,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, pihak keluarga korban diwakili oleh ibu dan paman korban. Sementara dari pihak keluarga pelaku hadir Ketua Kerukunan Asmat sebagai perwakilan keluarga.




























