TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Bupati Mimika Johannes Rettob meletakkan batu pertama pembangunan Jembatan Gantung Mioko di Kampung Mioko, Distrik Mimika Tengah, Rabu (2/9/2026).
Pembangunan jembatan sepanjang 150 meter itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Mimika memperkuat konektivitas dan membuka akses masyarakat di wilayah pedalaman.
Peletakan batu pertama diawali dengan upacara adat masyarakat Kampung Mioko. Prosesi tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal sekaligus permohonan restu atas pembangunan infrastruktur tersebut.
Johannes mengatakan, pembangunan Jembatan Gantung Mioko merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan.
“Tahun ini kita membangun sejumlah jembatan di wilayah pedalaman, dan salah satunya ada di Kampung Mioko, Distrik Mimika Tengah, tepat sesuai janji kami,” ujar Johannes.
Dorong Akses Masyarakat
Menurut Johannes, pembangunan jembatan juga sejalan dengan semangat “Mimika Rumah Kita”, yakni menghadirkan pembangunan yang dapat dirasakan seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Ia berharap keberadaan jembatan nantinya dapat memperlancar mobilitas warga, termasuk distribusi barang dan jasa dari dan menuju Kampung Mioko.
Selain itu, akses masyarakat terhadap pelayanan pemerintahan, kesehatan, pendidikan, serta kegiatan ekonomi diharapkan semakin mudah.
Johannes meminta masyarakat ikut mendukung dan menjaga proses pembangunan hingga selesai.
Kepada kontraktor pelaksana, ia menekankan agar pekerjaan dilakukan sesuai standar, mengutamakan kualitas, tepat waktu, serta memperhatikan keselamatan kerja dan kepentingan masyarakat.
“Semoga pembangunan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi bagian perjalanan Mimika menuju wilayah yang semakin maju, terhubung, dan sejahtera,” katanya.
Aspirasi Masyarakat
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika Inosensius Yoga Pribadi menjelaskan, pembangunan Jembatan Gantung Mioko merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Jembatan tersebut dirancang sebagai prasarana konektivitas yang aman dan memadai bagi masyarakat Kampung Mioko dan wilayah sekitarnya.
Kehadiran jembatan diharapkan dapat meningkatkan akses warga sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Secara teknis, Jembatan Gantung Mioko memiliki panjang 150 meter dan lebar 2,5 meter dengan kapasitas beban maksimal 2 ton.
Pembangunan ditargetkan berlangsung selama 135 hari kalender.
Pekerjaan konstruksi dilaksanakan PT Pembangunan Perkasa Mulia Urja, sedangkan pengawasan dilakukan CV Salika Injenering sebagai konsultan pengawas.
Kepala Distrik Mimika Tengah Florensius Gemma Kwalik mengapresiasi perhatian Pemkab Mimika terhadap kebutuhan masyarakat di wilayahnya.
Ia mengajak masyarakat Kampung Mioko ikut mendukung dan menjaga proses pembangunan agar berjalan lancar hingga selesai.
Dalam kesempatan tersebut, Johannes juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi pembangunan lainnya.
Aspirasi warga kemudian disampaikan secara tertulis oleh Kepala Kampung Mioko kepada Bupati Mimika untuk menjadi bahan perhatian dan tindak lanjut pemerintah daerah. (LE)


























