TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Ruas Jalan Cendrawasih di kawasan SP 2, tepatnya di depan kompleks Perumahan Pemda Mimika, ditutup oleh sekelompok warga pada Kamis (6/8/2026). Aksi tersebut mengakibatkan arus lalu lintas di salah satu jalur utama Kota Timika terhenti total.
Pantauan di lokasi menunjukkan warga menutup badan jalan menggunakan berbagai benda dan membakar ban di tengah jalan. Akibatnya, kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas dan terpaksa mencari jalur alternatif.
Aksi pemalangan dipicu oleh sengketa kepemilikan lahan yang melibatkan keluarga Anton Wandagau dan Yona Magai. Mereka mengaku keberatan karena lahan yang diklaim sebagai tanah adat diduga diakui oleh pihak lain dan disebut akan dieksekusi.
Anton Wandagau meminta Pemerintah Kabupaten Mimika, Pengadilan, Kantor Pertanahan, serta lembaga adat seperti Lemasa dan Lemski untuk turun langsung menemui masyarakat guna mencari penyelesaian melalui dialog.
“Kami meminta Pengadilan, Pertanahan, Bupati Mimika, Lemasa, dan Lemski datang untuk berbicara dengan kami. Jangan langsung melakukan eksekusi karena itu adalah tanah adat kami,” ujar Anton.
Perwakilan keluarga, Steven Magai, juga mempertanyakan adanya sertifikat atas lahan yang menurutnya merupakan milik masyarakat adat. Ia mengaku keluarga telah berulang kali berupaya meminta penjelasan kepada Pengadilan maupun Kantor Pertanahan, namun hingga kini belum memperoleh kepastian.
Menurutnya, komunikasi dengan instansi terkait telah dilakukan selama sekitar dua tahun, tetapi belum menghasilkan penyelesaian. Bahkan, keluarga mengaku mengetahui adanya rencana eksekusi tanpa adanya pemberitahuan yang mereka anggap memadai.
“Tanah ini milik warga, tetapi tiba-tiba ada yang memiliki sertifikat dan akan melakukan eksekusi tanpa memberitahukan kepada kami. Selama dua tahun kami sudah berkoordinasi dengan Pengadilan dan BPN, namun belum ada penyelesaian,” kata Steven.
Ia menegaskan, warga akan membuka kembali akses Jalan Cendrawasih apabila Pemerintah Kabupaten Mimika, Pengadilan, dan Kantor Pertanahan bersedia datang berdialog secara langsung untuk mencari solusi bersama.
























