TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Komisi IV DPRK Mimika meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mempercepat pelaksanaan program pembangunan sekaligus memperkuat keberpihakan kepada kontraktor Orang Asli Papua (OAP).
Hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi IV DPRK Mimika dan Dinas PUPR di Gedung DPRK Mimika, Jumat, 21 Agustus 2026.
Rapat dipimpin Ketua Komisi IV Elinus Balinol Mom, didampingi Wakil Ketua Anjelina Beanal, Sekretaris Yuliana Dice Amisim, dan anggota Darwin Kurnia Rombe. Wakil Ketua III DPRK Mimika Ester Tsenawatme turut hadir.
Dari Pemerintah Kabupaten Mimika, hadir Kepala Dinas PUPR Inosensius Yoga Pribadi bersama sejumlah kepala bidang.
Dalam rapat tersebut, Dinas PUPR memaparkan realisasi program tahun anggaran 2026. Dari total pagu Rp749,4 miliar, realisasi keuangan baru mencapai Rp133,1 miliar atau 17,76 persen. Sementara realisasi fisik berada di angka 18,63 persen.
Yoga mengatakan rendahnya realisasi dipengaruhi sejumlah tahapan teknis, mulai dari proses perencanaan dan pengadaan hingga penyesuaian pelaksanaan pekerjaan fisik.
Ia memastikan pemerintah daerah akan mempercepat proses tersebut agar pelaksanaan program dapat berjalan sesuai target.
Selain serapan anggaran, Komisi IV menyoroti keterlibatan kontraktor OAP dalam pekerjaan pembangunan. Yoga mengatakan Dinas PUPR telah menyediakan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam proyek konstruksi.
Menurut dia, kontraktor OAP dapat mengikuti pekerjaan Penunjukan Langsung (PL) sesuai kemampuan dan kapasitas masing-masing.
“Bermitra dengan teman-teman OAP, saya sepakat dan berterima kasih kepada Komisi IV karena pada saat pembahasan anggaran di Makassar, Pak Ketua Komisi sudah tegas mengalokasikan untuk teman-teman yang kontraktor GEL agar meminta alokasi yang khusus,” kata Yoga.
Dinas PUPR, lanjut Yoga, juga melakukan pembinaan agar kontraktor OAP memahami mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Ia menyebut terdapat sekitar 12 asosiasi kontraktor OAP di Mimika yang didorong untuk meningkatkan kapasitas dan ikut mengambil peran dalam pembinaan anggotanya.
“Dengan momen itu kami lakukan pembinaan lewat asosiasi sehingga asosiasi bisa ikut membina. Jadi tidak hanya dinas PU, tetapi juga asosiasi ikut membina,” ujarnya.
Sejumlah Jalan Masih Terkendala
Ketua Komisi IV Elinus Balinol Mom mengatakan RDP tersebut memberikan gambaran mengenai realisasi anggaran sekaligus kendala yang dihadapi Dinas PUPR.
Ia meminta pemerintah daerah segera mencari solusi karena pelaksanaan anggaran telah memasuki triwulan ketiga.
“Kita sudah mendapatkan gambaran terkait realisasi penggunaan anggaran khususnya di Dinas PUPR. Ada beberapa keterlambatan yang perlu kita lihat bersama dan mencari solusi,” kata Elinus.
Anggota Komisi IV Darwin Kurnia Rombe menyoroti sejumlah ruas jalan yang belum tuntas. Ia menyebut Jalan Baru, ruas Petrosi menuju Bandara, serta jalan SP2–SP5.
Menurut Darwin, penyelesaian ruas-ruas tersebut penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat.
Yoga menjelaskan beberapa pekerjaan masih terkendala persoalan lahan dan proses penyelesaian ganti rugi. Untuk Jalan Baru dan Petrosi, pemerintah masih menunggu penyelesaian status tanah sebelum melanjutkan peningkatan pembangunan.
Persoalan banjir juga menjadi bagian dari pembahasan. Yoga mengatakan kondisi geografis Mimika yang relatif datar serta penyempitan aliran sungai menjadi salah satu penyebab genangan ketika curah hujan tinggi.
Pemerintah, kata dia, akan melakukan normalisasi sungai dan memperkuat sistem drainase secara bertahap.
Namun, penanganan banjir tidak hanya bergantung pada pemerintah. Yoga meminta masyarakat turut menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai.
“Tidak hanya pemerintah, tetapi kesadaran masyarakat juga sangat penting dalam menjaga lingkungan, terutama tidak membuang sampah di sungai,” ujarnya.
RDP tersebut menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRK Mimika terhadap pelaksanaan pembangunan. Dewan meminta program yang telah dianggarkan dapat dipercepat sehingga manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat. (LE)

























