TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika mendorong pelaku usaha lokal meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan pemasaran digital, dan memperluas jangkauan pasar hingga tingkat nasional dan internasional. Upaya ini juga dibarengi dengan perlindungan terhadap pelaku UMKM Orang Asli Papua (OAP).
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, mengatakan perkembangan UMKM membutuhkan dukungan pemerintah daerah sekaligus komitmen pelaku usaha untuk terus berinovasi dan bersaing secara sehat.
Samuel menyebut dukungan Bupati dan Wakil Bupati Mimika menjadi salah satu dorongan bagi pelaku usaha untuk mengembangkan produk dan memperluas pemasaran.
“Untuk saat ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Perkembangan UMKM di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati cukup luar biasa. Karena itu, masyarakat Kabupaten Mimika harus bersatu dan siap bersaing secara sehat dalam mengembangkan UMKM,” ujarnya.
Salah satu upaya promosi produk lokal dilakukan melalui Festival dan Bazar UMKM Mimika 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan penjualan.
Samuel mengungkapkan, transaksi selama tiga hari pelaksanaan festival mencapai omzet Rp770,3 juta. Capaian tersebut, menurut dia, menjadi motivasi bagi pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk dan memanfaatkan peluang pemasaran.
Perlindungan UMKM OAP
Selain mendorong pertumbuhan usaha, Samuel menekankan pentingnya pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2024 untuk melindungi pelaku UMKM Orang Asli Papua.
Ia menyoroti komoditas khas Papua, seperti pinang, noken, dan aksesori lokal, yang menurutnya perlu mendapat perhatian serta pengaturan sesuai ketentuan dalam perda tersebut.
“Intinya, noken, pinang, dan aksesori berdasarkan perda yang ada harus dikembalikan kepada yang punya,” tegasnya.
Menurut Samuel, pengembangan UMKM perlu berjalan beriringan dengan upaya memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk mengelola dan mengembangkan komoditas yang menjadi bagian dari usaha mereka.
UMKM Go Digital
Samuel juga mendorong pengembangan program UMKM Go Digital agar semakin banyak pelaku usaha memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produknya.
Digitalisasi dinilai dapat membantu pelaku UMKM memperkenalkan produk lokal kepada konsumen di luar Mimika, memperluas jangkauan pemasaran, dan meningkatkan daya saing usaha.
Dinas Koperasi dan UMKM Mimika berkomitmen melanjutkan pengembangan usaha melalui promosi produk lokal, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan perlindungan bagi pelaku UMKM.
Melalui langkah tersebut, produk lokal Mimika diharapkan tidak hanya mampu bersaing di pasar daerah, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar nasional hingga internasional. (LE)


























