TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menargetkan pelayanan kesehatan gratis bagi 1.000 warga Kabupaten Mimika melalui kegiatan Pekan Bakti Noken Medis di halaman Puskesmas Mapurujaya, Distrik Mimika Timur, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 IDI ini melibatkan sekitar 80 dokter umum daerah dan 15 dokter spesialis dari sejumlah wilayah, mulai dari Jayapura hingga Jakarta. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi IDI Wilayah Papua dan IDI Cabang Mimika.
Pelayanan diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, terutama anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia. Warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan umum, tes laboratorium untuk mengetahui kadar kolesterol, asam urat dan gula darah, skrining malaria, serta konsultasi lanjutan dengan dokter spesialis.
Ketua IDI Cabang Mimika, dr. Enny Kenangalem, mengatakan persiapan kegiatan telah dilakukan sejak Agustus 2026 melalui koordinasi dengan IDI Wilayah Papua dan Pengurus Besar IDI di Jakarta.
“Target kami melayani 1.000 warga di wilayah Mimika Timur,” kata Enny saat ditemui di lokasi kegiatan.
Noken Medis Dekatkan Pelayanan kepada Warga
Program Pekan Bakti Noken Medis mengusung konsep yang terinspirasi dari noken, simbol kearifan lokal Papua yang merepresentasikan wadah kehidupan, kepedulian, dan kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, para dokter mendatangi masyarakat secara langsung untuk membantu mengatasi kendala akses menuju fasilitas kesehatan, terutama yang berkaitan dengan kondisi geografis Mimika.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Mimika, Herry Onawame, mengapresiasi kolaborasi antara organisasi profesi, pemerintah daerah, dan berbagai pihak dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan.
Menurut Herry, kondisi geografis Mimika menjadi tantangan dalam pemerataan akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah pesisir dan pedalaman.
“Noken Medis bukti nyata bahwa dokter hadir lebih dekat, tidak sekadar menunggu pasien di rumah sakit,” kata Herry.
Pencanangan Gerakan Penanganan Stunting
Mewakili Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mimika, Sekretaris TP-PKK Sara Lisa Rombe Payung menyampaikan komitmen untuk menekan angka stunting melalui pola pendampingan orang tua asuh, dengan satu anak mendapat satu pendamping.
“Stunting bukan sekadar masalah tumbuh badan anak, melainkan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis yang memengaruhi masa depan generasi Mimika,” ujar Sara Lisa saat membacakan sambutannya.
Sebagai langkah awal, gerakan tersebut memberikan bantuan pangan dan telur sebagai sumber nutrisi kepada warga yang hadir. Pendampingan diprioritaskan bagi 48 anak yang telah terdata oleh puskesmas setempat.
Program ini juga melibatkan kelompok kerja dokter spesialis anak untuk mendukung pemantauan dan penanganan kesehatan anak.
IDI Dorong Kolaborasi Organisasi Profesi Kesehatan
Enny menjelaskan, rangkaian peringatan HUT ke-76 IDI di Mimika tidak hanya diisi dengan pelayanan kesehatan, tetapi juga turnamen bulu tangkis dan mini soccer, simposium ilmiah antardokter, serta penggalangan dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT Freeport Indonesia dan jajaran TNI-Polri.
Ia berharap kegiatan pelayanan langsung kepada masyarakat dapat menjadi agenda rutin tahunan IDI Mimika, terutama pada peringatan Hari Bakti Dokter pada Maret dan HUT IDI setiap Oktober. Komitmen tersebut akan dijalankan selama masa kepemimpinannya hingga 2028.
IDI Mimika juga menginisiasi pembentukan wadah kolaborasi antarorganisasi profesi kesehatan untuk memperkuat koordinasi dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami akan mendeklarasikan asosiasi organisasi profesi kesehatan di Mimika untuk menghapus ego sektoral, sehingga seluruh pemangku kepentingan kesehatan dapat bergerak bersama melayani masyarakat,” pungkas Enny. (LE)
























