TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memperpanjang periode pemesanan tiket kapal penumpang hingga 60 hari sebelum keberangkatan atau H-60.
Kebijakan tersebut diterapkan secara bertahap pada sejumlah kapal penumpang PELNI untuk memberikan waktu lebih panjang bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan.
Kepala Kantor Cabang PELNI Timika, Sigit Sujatmoko, mengimbau masyarakat di Kabupaten Mimika memanfaatkan kanal resmi PELNI, terutama aplikasi PELNI Mobile, untuk mengecek jadwal, ketersediaan tempat duduk, dan melakukan pemesanan tiket.
Hal tersebut disampaikan Sigit saat ditemui di Cafe Untuk Berjumpa Lagi, Jalan SP2, Timika, Rabu (30/9/2026).
Tiket Bisa Dipesan H-60
Sigit mengatakan masyarakat kini dapat memesan tiket lebih awal melalui aplikasi PELNI Mobile.
“Silakan download aplikasi PELNI Mobile. Di situ kita bisa melihat jadwal kapal, melihat ketersediaan seat dan melakukan pemesanan tiket,” ujar Sigit.
Sebelumnya, pemesanan tiket kapal PELNI umumnya tersedia sekitar 30 hingga 45 hari sebelum keberangkatan. Dengan kebijakan baru, pelanggan memiliki waktu hingga 60 hari untuk mempersiapkan perjalanan.
Berdasarkan informasi PELNI, penerapan sistem H-60 dilakukan secara bertahap. Sejak 18 September 2026, kebijakan tersebut diterapkan pada delapan kapal dan diperluas menjadi 16 kapal sejak 25 September 2026.
Ke-16 kapal tersebut yakni KM Gunung Dempo, KM Dobonsolo, KM Nggapulu, KM Labobar, KM Sinabung, KM Bukit Siguntang, KM Kelimutu, KM Tatamailau, KM Tilongkabila, KM Awu, KM Bukit Raya, KM Siraimau, KM Binaiya, KM Leuser, KM Sangiang, dan KM Wilis.
Oktober Ditargetkan Semua Kapal
Sigit mengatakan penerapan pemesanan tiket H-60 akan terus diperluas hingga seluruh kapal penumpang PELNI.
“Untuk saat ini di bulan September baru beberapa kapal yang bisa 60 hari. Nanti Oktober semua kapal kita sudah bisa untuk pemesanan 60 hari sebelum keberangkatan,” jelasnya.
Menurut dia, kebijakan tersebut dapat membantu masyarakat mempersiapkan perjalanan, terutama menghadapi periode dengan mobilitas tinggi seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Lebaran.
Dengan memesan tiket lebih awal, masyarakat dapat menentukan jadwal perjalanan tanpa harus menunggu mendekati waktu keberangkatan.
Waspadai Akun Palsu
Selain memperpanjang periode pemesanan, PELNI mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai akun palsu yang mengatasnamakan perusahaan.
Sigit menegaskan tiket PELNI tidak dijual melalui akun media sosial pribadi maupun layanan WhatsApp yang tidak resmi.
“Masyarakat seyogyanya sudah bisa mendownload aplikasi PELNI Mobile karena itu aplikasi resmi. Ini juga untuk menghindari penipuan yang banyak merebak saat ini,” tegasnya.
Menurut Sigit, modus penipuan biasanya dilakukan dengan membuat akun media sosial yang mengatasnamakan PELNI. Calon korban kemudian diarahkan berkomunikasi melalui WhatsApp dan diminta mentransfer uang ke rekening pribadi.
Karena itu, masyarakat diminta memastikan proses pemesanan dan pembayaran dilakukan melalui kanal resmi PELNI.
Cek Jadwal dan Ketersediaan Kursi
Melalui PELNI Mobile, masyarakat dapat melihat jadwal kapal, rute, serta ketersediaan tempat duduk sebelum melakukan pemesanan.
Informasi resmi mengenai jadwal perjalanan, ketentuan perjalanan, dan kanal penjualan juga dapat diperoleh melalui situs resmi PELNI dan Contact Center 162.
Sigit berharap masyarakat mulai terbiasa menggunakan layanan digital resmi PELNI agar proses pemesanan tiket lebih mudah sekaligus mengurangi risiko penipuan.
“Jadi teman-teman bisa melihat jadwal kapal, ketersediaan seat dan melakukan pemesanan melalui PELNI Mobile,” pungkasnya. (LE)




























