TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Distrik Mimika Timur memberikan dukungan bahan makanan senilai sekitar Rp200 juta untuk program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dijalankan Puskesmas Mimika Timur. Bantuan tersebut menyasar terutama anak-anak dan ibu hamil dengan masalah gizi.
Kepala Puskesmas Mimika Timur, Onna Bunga, mengatakan bantuan dari distrik tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan bahan makanan mentah yang kemudian diolah petugas Puskesmas sebelum disalurkan kepada masyarakat.
“Memang betul distrik memberikan kami bahan makanan tambahan, tetapi dalam bentuk barang, bukan dalam bentuk uang. Bahan mentah itu nantinya dikelola oleh teman-teman di Puskesmas,” kata Onna saat ditemui di Hotel Grand Tembaga, Selasa, 22 September 2026.
Bahan makanan yang diberikan antara lain kacang hijau, gula, telur, dan susu. Susu terutama diperuntukkan bagi bayi yang belum memungkinkan menerima makanan dalam bentuk lainnya.
Menurut Onna, penerima manfaat diprioritaskan bagi anak-anak dan ibu hamil yang mengalami gizi buruk, stunting, maupun gizi kurang.
Program tersebut telah berjalan sejak sekitar Juni 2026 dan masih berlangsung hingga September. Dukungan Distrik Mimika Timur, kata Onna, membantu Puskesmas dalam menangani persoalan gizi di wilayah pelayanannya.
Puskesmas Turun Langsung ke Kampung
Selain PMT, Puskesmas Mimika Timur memperluas pelayanan kesehatan dengan mendatangi masyarakat di kampung-kampung.
Petugas melakukan penyuluhan, pemeriksaan, dan pengobatan menggunakan metode door-to-door. Waktu kunjungan disesuaikan dengan aktivitas masyarakat di masing-masing kampung.
Onna mengatakan pelayanan tidak selalu dilakukan pada pagi hari. Di sejumlah kampung, masyarakat bekerja atau mencari nafkah pada pagi hingga siang sehingga petugas menyesuaikan waktu kunjungan, termasuk pada sore hari.
“Kalau teman-teman turun lapangan itu kami door-to-door, dari rumah ke rumah yang biasanya kami lakukan,” ujarnya.
Ia berharap pola pelayanan tersebut dapat menjangkau warga yang memiliki keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan. Dengan mendatangi langsung rumah warga, Puskesmas dapat memberikan penyuluhan sekaligus pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerjanya. (LE)
























