TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Mimika mengoperasikan empat kapal untuk melayani kebutuhan transportasi laut masyarakat dari Pelabuhan Pomako, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kepala Kantor Pelni Cabang Mimika, Sigit Sujatmoko, mengatakan empat kapal tersebut terdiri atas tiga kapal Pelni dan satu kapal perintis yang dikelola Pelni, yakni KM Leuser, KM Sirimau, KM Tatamailau, dan KM Sabuk Nusantara 75.
“Empat kapal kita sudah siap sejak bulan Agustus. Tiga kapal Pelni dan satu kapal perintis yang dikelola oleh PT Pelni, yakni Sabuk Nusantara 75. Jadi totalnya ada empat,” ujar Sigit di Timika.
Ia menjelaskan, masing-masing kapal melayani rute berbeda. KM Leuser melayani rute wilayah barat dari Pelabuhan Pomako hingga Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.
Sementara KM Sirimau melayani rute dari Pelabuhan Pomako menuju Maumere, Nusa Tenggara Timur. KM Tatamailau melayani pelayaran dari Pomako menuju Bitung, Sulawesi Utara.
Adapun KM Sabuk Nusantara 75 melayani rute dari Pelabuhan Pomako menuju Sorong, Papua Barat.
Penumpang Meningkat Jelang Natal
Menghadapi potensi peningkatan penumpang menjelang Natal dan Tahun Baru 2027, Pelni meminta Pemerintah Kabupaten Mimika mengajukan permohonan dukungan tambahan armada kepada Kementerian Perhubungan sejak jauh hari.
Menurut Sigit, penambahan armada diperlukan untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat yang hendak merayakan Natal dan Tahun Baru di kampung halaman.
“Kami minta agar lebih cepat mengirim surat karena nanti menjelang Natal banyak saudara-saudara kita yang melaksanakan mudik untuk merayakan Natal dan Tahun Baru di kampung halaman bersama keluarga, khususnya menuju Tual, Dobo dan Ambon,” ujarnya.
Saat ini, pelayanan penumpang kapal Pelni dari Pelabuhan Pomako berjalan optimal. Harga tiket juga masih berada dalam kisaran yang dapat dijangkau masyarakat sesuai tujuan pelayaran.
Sigit mengatakan jumlah pengguna jasa angkutan laut di Mimika cukup tinggi. Dalam satu kali pelayaran, penumpang yang turun di Pelabuhan Pomako berkisar 300 hingga 400 orang.
Sementara jumlah penumpang yang berangkat dari Pomako dapat mencapai 500 hingga 600 orang, terutama untuk kapal dengan rute panjang seperti KM Leuser.
“Penumpang yang turun di Pelabuhan Pomako sekitar 300 sampai 400 orang setiap kapal Pelni yang masuk. Kalau penumpang yang naik di Pelabuhan Pomako lumayan, untuk KM Leuser bisa mencapai 500 sampai 600 penumpang karena rute yang dilayani juga jauh,” katanya.
Diskon Tiket 30 Persen Berakhir
Tingginya minat masyarakat menggunakan kapal Pelni juga terlihat pada Agustus 2026 ketika pemerintah memberikan program diskon tiket sebesar 30 persen dari tarif dasar penumpang kelas ekonomi.
Namun, program tersebut telah berakhir pada akhir Agustus. Tarif tiket kapal Pelni kini kembali normal sesuai tujuan masing-masing.
Dengan empat kapal yang beroperasi dan persiapan menghadapi periode Natal dan Tahun Baru, Pelni Mimika berharap kebutuhan transportasi laut masyarakat dapat tetap terlayani, termasuk bagi warga yang akan melakukan perjalanan menuju sejumlah wilayah di Maluku dan Papua Barat. (LE)

























