MIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Bupati Mimika Johannes Rettob menekankan pentingnya keselamatan dan konektivitas transportasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurut dia, insan perhubungan harus berani menghentikan operasional apabila kondisi dinilai tidak aman, sekaligus mampu mencari solusi agar mobilitas masyarakat tetap berjalan.
Pesan tersebut disampaikan Johannes Rettob saat memimpin upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 sekaligus HUT Palang Merah Indonesia (PMI) di Lapangan Upacara Kantor Pusat Pemerintahan SP3 Mimika, Kamis (17/9/2026).
Upacara Harhubnas tahun ini mengangkat tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju.” Kepala Bidang Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Mikael Orun, S.E., bertindak sebagai komandan upacara.
Dalam amanatnya, Rettob mengatakan sektor perhubungan memiliki peran strategis dalam menghubungkan wilayah, mulai dari pulau dengan pulau, kota dengan desa, hingga pusat produksi dengan pasar.
Transportasi, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan kendaraan dan infrastruktur, tetapi juga menopang berbagai aktivitas masyarakat, termasuk ekonomi, pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan kehidupan sosial.
“Transportasi tidak dapat dipandang semata sebagai urusan kendaraan dan infrastruktur,” ujar Rettob.
Ia juga meminta pelayanan transportasi perintis tetap diperhatikan agar masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) memperoleh akses transportasi. Pengembangan angkutan massal, integrasi antarmoda, serta pembenahan sistem logistik juga dinilai penting untuk memperkuat konektivitas dan distribusi komoditas.
Teknologi Harus Tetap Berorientasi pada Manusia
Rettob mengatakan perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat pelayanan publik, termasuk melalui transformasi digital dalam pengawasan dan pelayanan transportasi.
Namun, menurut dia, pemanfaatan teknologi tidak boleh menghilangkan sisi kemanusiaan dalam pelayanan.
“Namun, secanggih apa pun teknologi, ujung dari pelayanan publik tetaplah manusia,” katanya.
Karena itu, ia mengingatkan insan perhubungan untuk tetap mengedepankan kepedulian, keberanian mengambil keputusan, serta tanggung jawab dalam menjaga keselamatan, keamanan dan ketertiban transportasi.
Rettob juga mengajak seluruh insan perhubungan menjadikan September sebagai Bulan Keselamatan Bertransportasi. Menurut dia, budaya keselamatan tidak cukup hanya dikampanyekan pada momentum tertentu, tetapi harus diterapkan secara konsisten sepanjang tahun.
Khusus di Mimika, ia menyebut sektor perhubungan menghadapi tantangan besar karena wilayah yang luas, kondisi geografis yang beragam, serta mobilitas masyarakat yang terus berkembang.
“Saya berharap, dalam melaksanakan tugas perhubungan, Bapak-Ibu sekalian harus mengutamakan pertumbuhan yang berlandaskan keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kepastian pelayanan,” tegasnya.
Apresiasi untuk PMI
Dalam kesempatan yang sama, Rettob menyampaikan apresiasi kepada PMI atas kontribusinya dalam berbagai kegiatan kemanusiaan di Kabupaten Mimika.
Peran tersebut antara lain penanganan bencana dan keadaan darurat, pelayanan kesehatan, donor darah, serta kegiatan kemanusiaan lainnya.
Ia mengajak perangkat daerah, instansi terkait, dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas, dan masyarakat untuk mendukung program kemanusiaan PMI di Mimika.
Menurut Rettob, peringatan Harhubnas dan HUT PMI menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat. Di sektor perhubungan, komitmen tersebut diwujudkan melalui konektivitas dan mobilitas yang aman, sedangkan PMI hadir melalui kepedulian, pertolongan, dan perlindungan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Upacara tersebut turut dihadiri Asisten I Setda Mimika Ananias Faot, Asisten II Santy Sondang, Asisten III Herry Onawame, Kepala Dinas Perhubungan Mimika Alfasiah, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, insan perhubungan matra darat, laut dan udara, PMI, relawan, organisasi wanita, mitra perhubungan, UPP/KUPP, Perum DAMRI, pembina PMR, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi PMI, persembahan tarian, penyerahan piala, dan foto bersama. (LE)

























