TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) memastikan program beasiswa pendidikan diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Papeda YPMAK Timika, Hilarius Dolame, saat ditemui awak media di Kantor YPMAK, Jalan Restu, Timika, Jumat (11/9/2026).
Hilarius mengatakan, pemberian beasiswa dilakukan melalui proses seleksi dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga calon penerima.
Menurut dia, program pendidikan YPMAK juga memberikan kesempatan kepada anak-anak dari kampung maupun daerah yang memiliki keterbatasan akses pendidikan.
“Beasiswa ini diprioritaskan kepada orang yang tidak mampu, orang tuanya. Kemudian melalui seleksi,” kata Hilarius.
Bisa kuliah di berbagai kota
Hilarius menjelaskan, program pendidikan YPMAK tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di Timika.
Penerima beasiswa dapat melanjutkan pendidikan di berbagai kota studi di Tanah Papua maupun sejumlah daerah lain di Indonesia.
Beberapa kota tujuan pendidikan antara lain Jayapura, Manokwari, Semarang, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Manado, hingga Makassar.
Bahkan, kata Hilarius, terdapat penerima beasiswa yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
“Beasiswa ini dapat diberikan di seluruh Tanah Papua dan di kota-kota tempat terdapat perguruan tinggi. Ada Jayapura, Manokwari, kemudian Semarang, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, sampai Manado dan Makassar. Bahkan ada juga yang ke luar negeri,” jelasnya.
Papeda fokus data dan pemberdayaan alumni
Selain program pendidikan, Papeda YPMAK saat ini fokus pada pengelolaan data dan pemberdayaan alumni.
Hilarius mengatakan, pendataan diperlukan untuk mengetahui keberadaan para lulusan setelah menyelesaikan pendidikan, termasuk jumlah alumni yang sudah bekerja maupun yang belum terserap dunia kerja.
“Yang lulus itu kita data. Sudah bekerja berapa, belum bekerja berapa. Yang belum bekerja ini kita lihat sisi lemahnya di mana,” ujarnya.
Menurut Hilarius, alumni yang belum bekerja akan dianalisis untuk mengetahui faktor penyebabnya.
Hal tersebut mencakup kemungkinan belum terserap dunia kerja maupun adanya kekurangan dari sisi akademik dan kompetensi.
Jika ditemukan adanya kekurangan kapasitas, alumni akan diarahkan untuk mendapatkan pembinaan sesuai kebutuhan dan bidangnya.
“Kalau memang ada kelemahan, otomatis kita akan bina mereka. Kita lihat kemampuan dan kapasitasnya, kemudian kita arahkan sesuai dengan bidangnya,” katanya.
Hilarius menegaskan, tugas Papeda berbeda dengan lembaga yang menangani pengembangan dan pembinaan peserta beasiswa.
“Kalau untuk pengembangan, misalnya anak yang belum sekolah kemudian kita sekolahkan, itu bagian pengembangan. Kami di sini fokus pada pengelolaan data alumni dan pemberdayaan alumni,” jelasnya.
Pastikan data lulusan akurat
Menurut Hilarius, pendataan alumni juga penting sebagai bahan evaluasi terhadap program pendidikan yang telah diberikan YPMAK.
Pihaknya ingin memastikan keberadaan setiap lulusan setelah menyelesaikan pendidikan, termasuk tempat bekerja dan kondisi mereka saat ini.
“Kita harus memastikan lulusan itu sekarang ada di mana, bekerja di mana, dan bagaimana kondisinya. Itu yang kita pastikan melalui pendataan,” katanya.
Ia menambahkan, jumlah mahasiswa yang diberangkatkan untuk melanjutkan pendidikan pada tahun ini cukup banyak.
Namun, pihaknya belum dapat memastikan jumlah keseluruhan karena proses pendataan masih berlangsung.
Beberapa lokasi pengiriman mahasiswa antara lain perguruan tinggi di Semarang, Malang, Surabaya, dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN).
“Yang kemarin berangkat cukup banyak. Tapi kami belum bisa memastikan jumlahnya karena masih dalam proses pendataan,” ujarnya.
Perluas akses pendidikan hingga kampung
Hilarius menegaskan, penerima program pendidikan YPMAK berasal dari berbagai wilayah, termasuk anak-anak dari kampung yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Menurutnya, pendekatan hingga tingkat kampung penting dilakukan agar anak-anak yang memiliki potensi tetapi berasal dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan.
“Dari kampung-kampung juga kita lihat. Anak-anak yang dari awal belum masuk sekolah, kemudian diberikan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan,” katanya.
Hilarius berharap program beasiswa dan pendataan alumni dapat berjalan secara berkesinambungan.
Dengan demikian, para lulusan yang telah mendapatkan dukungan pendidikan diharapkan mampu bekerja dan memberikan kontribusi bagi masyarakat serta daerah.
“Intinya kita ingin memastikan anak-anak ini sekolah, lulus, kemudian mampu bekerja dan memberikan kontribusi bagi daerahnya,” pungkasnya. (LE)

























