TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Bupati Mimika Johannes Rettob meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu yang berkembang dan tetap menjaga keamanan serta persaudaraan menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Pesan itu disampaikan Johannes saat membuka Kick Off Safari Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mimika di Kantor PCNU, Jalan Pattimura, Minggu, 22 Februari 2026.
Johannes mengatakan Ramadan harus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban di Kabupaten Mimika.
“Saya berharap di bulan Ramadan ini, bagi umat Muslim yang hadir, sampaikan kepada semua bahwa kita ini aman-aman saja. Jangan terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang,” kata Johannes.
Ia menyinggung adanya informasi mengenai konflik di sejumlah wilayah. Namun, menurut dia, kondisi Kabupaten Mimika hingga saat ini tetap aman dan kondusif.
Karena itu, Johannes mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Menurut dia, Ramadan juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kehidupan, baik dalam keluarga, lingkungan, maupun kehidupan bermasyarakat.
“Kita tidak bisa berbuat apa-apa tanpa Tuhan. Maka di bulan Ramadan ini mari kita introspeksi diri, perbaiki kehidupan kita, dan jadikan Ramadan sebagai momen luar biasa dalam hidup kita,” ujarnya.
Johannes mengatakan kehidupan yang damai dan penuh kebersamaan menjadi modal penting dalam membangun Mimika. Ia berharap Ramadan tidak hanya dipandang sebagai kegiatan rutin tahunan, tetapi juga menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga keharmonisan masyarakat.
“Saya berharap Ramadan ini menjadi salah satu bentuk kebersamaan kita untuk hidup damai di kabupaten ini,” kata Johannes.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua Tengah, Imam Mawardi Ma’sum, mengatakan Safari Ramadan tahun ini merupakan pelaksanaan ketujuh sejak program tersebut pertama kali digelar pada 2019.
Menurut dia, kegiatan yang awalnya dilaksanakan secara sederhana itu terus berkembang sebagai sarana memperkuat konsolidasi organisasi dan mempererat hubungan dengan masyarakat.
“Alhamdulillah, Safari Ramadan tahun ini memasuki tahun ke-7. Kami memulai dari kegiatan yang sederhana dan kini terus melakukan konsolidasi untuk memperkuat silaturahmi dengan masyarakat,” kata Imam.
Safari Ramadan 1447 Hijriah akan diisi dengan kunjungan ke sejumlah masjid dan pemberian santunan kepada anak yatim. Namun, keterbatasan kondisi membuat program tersebut belum dapat menjangkau seluruh masjid di Kabupaten Mimika.
Imam berharap jangkauan kegiatan dapat diperluas pada tahun-tahun berikutnya agar lebih banyak masjid dan anak yatim memperoleh manfaat.
Tahun ini, Safari Ramadan menyasar sejumlah wilayah, antara lain SP2, SP3, SP6, SP7, SP13, dan Mapurujaya.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara PWNU Papua Tengah, PCNU Kabupaten Mimika, badan otonom, serta sejumlah lembaga di bawah naungan Nahdlatul Ulama.
Selain kunjungan dan pemberian santunan, panitia akan menggelar sahur bersama gratis di empat lokasi. Kegiatan yang didukung Fatayat NU itu terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.
“Kegiatan ini untuk kebersamaan. Bukan hanya umat Muslim yang ingin sahur, kami terbuka untuk semua masyarakat yang ingin hadir dan makan bersama,” ujar Imam.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan pemerintah dalam mendukung pembangunan serta menjaga kemaslahatan masyarakat.
PWNU Papua Tengah, kata dia, berkomitmen mendukung pemerintahan yang sah sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan moral warga Nahdlatul Ulama.
“Kami sebagai warga Nahdlatul Ulama di Mimika akan tetap mendukung pemerintahan yang sah. Ulama dan umara harus bersinergi demi kemaslahatan masyarakat,” kata Imam.
Kick Off Safari Ramadan 1447 Hijriah turut menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan Ramadan yang akan dilaksanakan di sejumlah wilayah Kabupaten Mimika. Panitia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat silaturahmi, kepedulian sosial, serta kebersamaan masyarakat selama bulan suci. (LE)




























