TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak menegaskan pihaknya akan menindak tegas para pelaku pembunuhan yang terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul ditemukannya seorang warga dalam kondisi meninggal dunia akibat luka yang diduga disebabkan oleh anak panah di sejumlah bagian tubuh.
AKBP Alredo menilai peristiwa tersebut merupakan tindakan kekerasan yang tidak dapat dibenarkan dan harus diproses berdasarkan hukum yang berlaku. Ia memastikan kepolisian tidak akan memberikan toleransi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.
“Saya tidak ada negosiasi-negosiasi. Pelakunya akan kami tangkap. Untuk kasus pembunuhan seperti ini, tidak ada toleransi,” kata Alredo saat ditemui di Mapolres Mimika, Mile 32, Minggu (2/8/2026).
Menurutnya, kondisi korban saat ditemukan menunjukkan adanya tindakan kekerasan yang serius. Karena itu, kepolisian akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap peristiwa tersebut dan mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga terlibat.
“Melihat kondisi korban, perbuatan seperti ini sangat tidak berperikemanusiaan dan menunjukkan adanya kekejian. Karena itu, kami tidak akan memberikan toleransi dan akan mengejar semua pelaku,” ujarnya.
Kapolres menegaskan, alasan adat maupun budaya tidak dapat dijadikan pembenaran untuk melakukan pembunuhan atau tindakan kekerasan terhadap orang lain.
Menurutnya, setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat harus diselesaikan melalui mekanisme hukum dan tidak boleh dilakukan dengan cara mengambil tindakan sendiri.
“Tidak ada alasan bahwa karena adat kemudian harus melakukan balas-membalas. Itu merupakan tindakan main hakim sendiri. Indonesia adalah negara hukum dan hukum harus tetap ditegakkan,” tegasnya.
Alredo juga mengingatkan masyarakat yang terlibat dalam konflik agar tidak melakukan aksi balasan yang dapat memperluas persoalan dan menimbulkan korban lainnya.
Ia meminta masyarakat menahan diri serta menyerahkan penanganan perkara kepada aparat kepolisian.
“Masyarakat jangan mengambil tindakan sendiri. Konflik seperti ini sudah berlangsung terlalu lama. Percayakan kepada kepolisian. Kami akan mencari dan menangkap para pelaku. Untuk tindakan seperti ini, saya tidak akan memberikan toleransi,” katanya.
Polres Mimika memastikan proses penyelidikan terhadap kasus pembunuhan tersebut terus dilakukan. Aparat juga berupaya menjaga situasi keamanan di Distrik Kwamki Narama agar tidak terjadi aksi balasan maupun gangguan keamanan lanjutan.
Kapolres berharap masyarakat dapat mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan informasi yang diperlukan serta tidak terlibat dalam tindakan kekerasan.























